Transfer Material Ke Alam Nyata

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yehezkiel 37:1-14

RHEMA HARI INI
Yehezkiel 37:2-3 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!”

Visinya adalah menolong orang tuli agar dapat berkomunikasi, sebab ibunya dan juga isterinya adalah orang tuli. “Jika saya dapat membuat orang bisu tuli berbicara, saya juga bisa membuat logam berbicara.” Demikian kata Alexander Graham Bell. Selama lima tahun, Bell bereksperimen dengan berbagai jenis bahan baku supaya bisa membuat sebuah piringan logam yang bergetar apabila diperdengarkan suara, dapat menghasilkan bunyi-bunyian dan mengirimkannya melalui kawat beraliran listrik.

Saat di Washington D.C. Ia mengunjungi Joseph Henry, seorang ilmuwan yang juga perintis dalam penelitian yang berhubungan dengan kelistrikan. Ia menceritakan gagasannya kepada Joseph Henry dan meminta pendapatnya, haruskah ia membiarkan orang lain menyempurnakan ciptaan teleponnya, atau haruskah ia melakukannya sendiri. Henry mendorongnya untuk melakukannya sendiri, Bell mengeluh bahwa ia tidak punya pengetahuan yang cukup tentang kelistrikan, jawaban Henry adalah, “Usahakanlah.” Bell lalu mempelajari kelistrikan. Setahun kemudian, ketika ia mendapatkan hak paten untuk pesawat telepon ciptaannya, para pejabat kantor hak paten memujinya karena tahu lebih banyak mengenai kelistrikkan dibanding semua penemu dijadikan satu.

Berawal dari memiliki visi yang jelas, Bell mengimajinasikan visinya itu. Bukan hal yang mudah, tetapi lewat ketekunan dan kerja kerasnya, apa yang dilihatnya dalam alam pikirannya, berhasil diwujudkannya dalam alam nyata. Apa visi kita saat ini? Kalau kita belum memilikinya, mulailah dengan apa yang menjadi mimpi kita. Kesehatan tubuh? Hidup penuh berkat Tuhan? Atau yang lain? Apapun itu, pastikan bahwa itu adalah hal baik yang disuka Tuhan supaya terjadi dalam hidup kita. Mulailah mendoakannya setiap hari, setiap saat, yakini bahwa dalam alam roh kita sudah mendapatkannya, dalam alam roh kita sudah melihatnya, dalam alam roh kita sudah memperolehnya. Sampai disatu titik, apa yang kita rasakan dalam alam roh itu akan ditransferkan dan terjadi sungguh-sungguh di alam jasmani. Apa yang semula hanya bisa kita rasakan sendiri dalam roh, sekarang orang lain juga melihat dengan mata kepala mereka. Inilah kuasa mencipta dari Tuhan, kuasa mengimajinasi kan visi yang Tuhan berikan bagi kita.

RENUNGAN
Ada TRANSFER MATERIAL dari alam roh ke alam nyata ketika kita MENANGKAP VISI dari Tuhan.

APLIKASI
1. Visi apa yang Anda tangkap dari Roh Kudus dalam hidup Anda?
2. Apa respon Anda terhadap visi yang diberikan Roh Kudus itu dalam hidup Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya visi tersebut bisa menjadi kenyataan dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terimakasih atas visi yang Engkau berikan dalam hidup kami. Kami percaya dengan pertolongan dan kuasa-MU kami akan dimampukan untuk mewujudnyatakan visi tersebut dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.