Tuhan Membayar Harga Agar Kita Sehat

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yeremia 33:1-13

RHEMA HARI INI
Yeremia 33:6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.

Babette’s Feast, adalah sebuah kisah klasik yang ditulis oleh Isak Dinesen. Kisah ini menceritakan tentang seorang wanita Perancis yang menjadi korban perang namun berhasil diselundupkan ke Denmark. Setelah berhasil selamat, wanita Perancis yang bernama Babette ini mengabdi kepada penduduk Norre Vosburg yang telah memelihara hidupnya. Sampai suatu kali Babette berhasil memenangkan undian lotere sebesar 10ribu francs, dan itu ia pergunakan untuk membuat sebuah jamuan makan besar yang belum pernah sekalipun dirasakan oleh penduduk nelayan miskin di daerah yang muram tersebut. Karena perjamuan makan yang fantastis itulah, penduduk Norre Vosburg yang tadinya dingin, murung, hidup dalam perseteruan, tiba-tiba menjadi hangat, cair, penuh sukacita dan kembali bersatu. Babette menghabiskan tiap franc dari 10ribu yang ia menangkan, untuk jamuan makan yang dampaknya mengubahkan wajah desa tersebut.

Itulah kasih karunia. Menghabiskan segala yang dimiliki sang pemberi, dan cuma-cuma bagi yang diberi. Tuhan Yesuspun sudah menghabiskan segala yang Ia miliki supaya kita memperoleh mujizat yang kita perlukan. Kesembuhan kita sudah Ia bayar lunas. Pemulihan keluarga kita sudah Ia bayar lunas. Pemulihan keuangan kita sudah ia bayar lunas. Semuanya sudah tersedia bagi kita anak-anakNya.

Satu saja yang perlu kita lakukan, yaitu mengambilnya dengan iman. Semua berkat, anugerah, mujizat yang Tuhan sediakan bagi kita tidak akan datang dengan sendirinya dalam hidup kita. Ya, memang benar, Tuhan sudah menyediakannya, tetapi harus ada langkah iman dari kita untuk mengambilnya. Kalau kita tidak mengambilnya, maka semua anugerah itu akan tetap berada disitu dan tidak menjadi bagian kita. Hari ini, ambilah komitmen untuk mengambil semua anugerah Tuhan dengan iman. Supaya kita sungguh-sungguh memperoleh mujizat yang kita harapkan dan hidup kita bisa menjadi saksi bagi kemuliaan-Nya.

RENUNGAN
Tuhan memberikan kita NYAWA-NYA supaya kita mempunyai hidup yang DIBERKATI, BAHAGIA, dan SEHAT.

APLIKASI
1. Percayakah Anda bahwa Tuhan sudah membayar semua harganya supaya hidup Anda bisa diberkati?
2. Apa yang Anda lakukan untuk menanggapi apa yang sudah dilakukan Tuhan bagi Anda ini?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa sungguh-sungguh menerima mujizat dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur untuk kasih karunia-MU yang sangat besar dalam hidup kami. Terimakasih untuk harga yang sudah lunas Kau bayar supaya hidup kami bisa mengalami anugerah dan berkat daripada-MU. Jadikan kami saksi-MU untuk memberitakan kebesaran-MU kepada orang-orang di sekeliling kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.