Tuhan Membuka Perbendaharaan Yang Melimpah

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ulangan 15:1-23

RHEMA HARI INI
Ulangan 15:6 Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau.

Sebagai anak dari keluarga yang sederhana, Jeremi bekerja di sebuah ladang anggur yang besar dan luas. Dia bekerja disana baru dimulai saat penanaman bibit anggur pertama kali. Jeremi anak yang bersemangat dalam menjalani pekerjaannya. Komitmennya dalam menjalani pekerjaan sudah menjadi perhatian pemilik kebun anggur tersebut. Kebun anggur yang digarap oleh Jeremi termasuk anggur pilihan, baru bisa mulai berbuah setelah usia 6 tahun, waktu yang cukup lama. Setelah 6 tahun berlalu, kebun anggur itu mulai menghasilkan buah. Pemilik kebun anggur datang untuk melihat setiap perkembangan di kebunnya. Kemudian Jeremi ditemui oleh pemiliknya dan ditanya. Bagaimana rasa buah anggur ini? Dengan polos Jeremi menjawab tidak tahu. Dan dia menjelaskan bahwa dia hanya dipercayakan untuk mengelola kebun anggur itu dan bukan untuk memakan atau mencicipi buahnya.

Pemilik kebun anggur itu terkejut dengan kejujuran Jeremi, yang sekalipun hanya seorang pekerja namun memiliki prinsip yang kuat. Pemilik kebun anggur merasa dia harus memberi penghargaan yang pantas buat Jeremi karena selama ini pemilik kebun tersebut tidak pernah memiliki pegawai yang demikian. Bahkan anggur hasil panennya pun sering dicuri oleh pegawainya sendiri. Pada akhirnya pemilik anggur tersebut memberikan kepercayaan lebih pada Jeremi. Ia dipercaya mengelola seluruh kebun anggur di pelosok negeri yang dimilikinya dan memberinya seekor kuda untuk berkeliling kebun anggur dan sebuah rumah di dekat kebun anggur. Saat ini Jeremi menjadi orang kepercayaan dari sang pemilik kebun anggur sehingga iapun memiliki kehidupan yang sangat baik. Jeremipun menjadi berkat yang besar bagi orang-orang di sekelilingnya.

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa Tuhan tidak akan menutup mata bagi hambanya yang bekerja di ladangnya dengan segenap hati. Berkat-berkatNya pasti dicurahkan melimpah. Itu sebabnya, marilah kita membangun keluarga kita menjadi keluarga yang takut akan Tuhan dan sangat suka dengan Firman-Nya, seperti Jeremi yang memegang teguh prinsip hidupnya. Dengan demikian, Tuhan akan mencurahkan berkat serta anugerah-Nya melimpah dalam hidup kita dan kita bisa menjadi berkat bagi sekeliling kita.

RENUNGAN
Tuhan akan membuka PERBENDAHARAAN YANG MELIMPAH untuk memberkati kita, sehingga kita bisa menjadi BERKAT SECARA MASIF.

APLIKASI
1. Percayakah Anda bahwa Tuhan ingin memberkati keluarga Anda dengan melimpah?
2. Apa respon Anda terhadap janji Tuhan ini?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa sungguh-sungguh mengalami janji Tuhan ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau berjanji akan memberkati keluarga kami dengan melimpah. Kami sadar semuanya itu bukan untuk kami nikmati sendiri, melainkan supaya kami bisa menjadi berkat yang besar bagi sekeliling kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.