Tuhan Mengubah Keputusasaan Menjadi Kemenangan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 91:1-16

RHEMA HARI INI
Mazmur 91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

Pada acara peresmian Guideposts, Ronald Pinkerton menceritakan kecelakaan yang hampir dialaminya saat ia sedang melayang dengan pesawatnya. Saat pesawatnya sedang meluncur turun, sebuah serangan angin badai menghantam pesawatnya, membuat pesawatnya jatuh terhempas. Ia menceritakan, “Saya terjatuh dengan kecepatan yang sangat mengejutkan, terjebak di tengah arus angin yang kuat, saya sebentar lagi pasti mati. Saya berseru minta pertolongan Tuhan, tiba-tiba saya melihat seekor rajawali berekor merah, sekitar dua meter di sebelah kanan ujung sayap pesawat saya, berjuang melawan hembusan angin yang sama dengan saya, tiba-tiba ia membelok dan terbang turun, rajawali itu sedang bunuh diri, pikir saya. Tetapi Tuhan berkata, ikuti rajawali itu! Itu bertentangan dengan yang saya ketahui mengenai terbang. Namun, sekarang semua pengetahuan saya itu tidak ada gunanya. Saya mengikuti rajawali itu, tiba-tiba rajawali itu memperoleh ketinggiannya kembali, begitu juga dengan pesawat saya, arus udara mendorong pesawat saya ke atas. Saya tertegun, pengetahuan saya sebagai pilot tidak dapat menjelaskan fenomena itu. Namun memang benar bahwa saya naik ke atas lagi.”

Ketika segala sesuatu berjalan dengan baik, pengharapan kita akan pertolongan Tuhan sudah pasti akan berkurang, seakan segalanya terjadi karena memang seperti itu yang semestinya terjadi. Kita cenderung melupakan campur tangan Tuhan dalam hidup kita, sampai satu titik, kita merasa masalah kita rumit dan menjadi tekanan yang berat. Bersyukur Tuhan kita adalah Allah yang setia, disaat kita melupakan-Nya, Dia tidak melupakan kita, hanya sebatas doa dan menaruh pengharapan kita pada Tuhan, maka Tuhan akan mengubah keputusasaan kita menjadi kemenangan.

Kita harus tetap menyadari, dalam segala perkara Allah turut bekerja, dan Tuhan tetap pegang kendali. Berharaplah pada Tuhan, dan masalah kita akan diubah menjadi mahkota, batu sandungan akan diubah menjadi batu lompatan yang membawa kita naik level, kegagalan akan diubah menjadi kemenangan yang gilang gemilang, Putus asa akan diubah menjadi berkuasa.

RENUNGAN
Di tengah tekanan berat, TARUHLAH PENGHARAPAN kita kepada Tuhan, maka Dia akan MENGUBAH keputusasaan kita menjadi KEMENANGAN.

APLIKASI
1. Kepada siapakah Anda menaruh pengharapan Anda saat tekanan berat menghimpit hidup Anda?
2. Mengapa kita harus berharap kepada Tuhan di tengah tekanan?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya keputusasaan Anda diubah menjadi kemenangan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami bersyukur sebab Engkau Tuhan yang dapat kali andalkan. Janji-MU ya dan amin, firman-MU landasan yang kokoh bagi pengharapan kami. Kami percaya di dalam Engkau selalu ada jaminan kemenangan. Terimakasih Tuhan. Di dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.