Tuhan Selalu Memegang Janji-Nya

Renungan Keluarga Allah
Jumat, 03 Juni 2016

BACAAN HARI INI

Roma 4:13-21

RHEMA HARI INI

Roma 4:20-21 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan

Gempa berkekuatan 6.9 skala ritcher yang berlangsung selama empat menit menggoncang Armenia pada tahun 1988. Diperkirakan 25.000 orang meninggal dan 500.000 penduduk kehilangan rumah mereka. Setelah goncangan itu berlalu, seorang pria berlari menuju tempat dimana sekolah anaknya berdiri, hanya untuk mendapati bahwa sekolah itu telah rata dengan tanah. Di sekelilingnya banyak terlihat orangtua yang berjalan kebingungan, menangis tersungkur di tanah dan meneriaki nama anak-anak mereka. Namun pria ini langsung mengayuhkan kakinya ke bagian reruntuhan di mana kelas anaknya semula berada. Ia teringat pada janjinya kepada anak yang dikasihinya. Bahwa ia akan selalu ada untuk sang anak. Kemudian ia mulai menyingkirkan bongkahan puing, satu demi satu. Ia tidak peduli ketika para orangtua yang lainnya mengatakan bahwa apa yang ia lakukan itu sia-sia. Ia tidak mau percaya ketika mendengarkan mereka mengatakan bahwa anak-anak mereka telah meninggal. Bahkan peringatan dari pemadam kebakaran dan polisi tidak digubrisnya. Ia tetap menggali sampai 38 jam lamanya. Sampai akhirnya ia mendengar suara anaknya. Saat ia memanggil nama anaknya, anak itu pun menyahut, “Ayah?! Benar kan! Aku sudah mengatakan kepada anak-anak lainnya, jika ayah masih hidup, tentu kau akan menyelamatkanku! Karena ayah sudah berjanji akan selalu ada untukku! Kau berhasil, ayah!”

Jika seorang ayah di dunia saja tetap memegang janjinya di tengah kemustahilan, apalagi Bapa kita di surga. Jauh melebihi ayah yang mengasihi anaknya ini, Tuhan terlebih lagi mengasihi kita. Karena itu, hendaknya kita pun menjadi seperti sang anak dalam cerita di atas. Tidak bimbang dan tetap menyakini bahwa apa pun yang terjadi, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia tidak akan pernah menyerah terhadap kita. Yakinlah, bahwa Dia akan selalu menggenapi janjinya kepada kita. Bagaimanapun, Allah kita adalah Allah yang hidup dan berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. (MV.L)

RENUNGAN

Iman bukanlah perasaan, iman adalah KEYAKINAN bahwa kita sudah menerima apa yang kita harapkan.

APLIKASI

  1. Bagaimanakah sikap hati Anda dalam menantikan janji Tuhan selama ini?
  2. Seberapa besar Anda mempercayakan harapan Anda kepada Tuhan? Kenapa?
  3. Apa saja langkah yang dapat Anda lakukan untuk mulai mempraktekkan iman Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang terkasih, kami mengucap syukur karena Engkau adalah Allah yang setia. Kami percaya, ya, Bapa, bahwa kuasa-Mu lebih dari cukup untuk menggenapi janji-Mu kepada kami. Seperti Engkau yang tidak pernah menyerah terhadap kami, beri kami hati yang tidak akan pernah menyerah dalam menantikan jawaban-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Lukas 10