UJIAN SAAT BERKAT HADIR
RHEMA HARI INI
Kejadian 22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
Seorang bapak memiliki sebuah rumah impian bagi keluarganya. Ia pun menabung bertahun-tahun demi membangunnya. Rumah itu bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kerja keras, doa, air mata, dan penggenapan janji Tuhan. Namun suatu hari, Tuhan menggerakkan hatinya untuk membuka rumah itu sebagai tempat singgah bagi banyak orang yang membutuhkan. Saat itu awan kelabu melanda hatinya dan ia berdoa: “Tuhan, bukankah rumah ini berkat dari-Mu? Mengapa sekarang Engkau memintanya dipakai dan ‘dikurangi’ kenyamanannya?”
Hal serupa pernah mengguncang iman Abraham. Ishak yang lahir baginya di masa tuanya bukan hanya seorang anak, tetapi janji Tuhan yang digenapi setelah penantian panjang. Namun, justru berkat itulah yang Tuhan minta kembali. Sesungguhnya, Tuhan bukan sedang bersikap kejam atau haus korban, tetapi Dia sedang menguji posisi hati Abraham. Apakah Abraham mengasihi pemberian Tuhan lebih dari Sang Pemberi? Tuhan ingin memastikan bahwa tidak ada berkat, seindah apa pun, yang menggantikan posisi-Nya sebagai Tuhan. Ya, berkat yang indah bisa menjadi ujian paling dalam bagi ketaatan hati. Sebab ujian terbesar sering datang bukan lewat kekurangan, melainkan lewat kelimpahan yang kita pegang erat. Bukan dengan apa yang belum kita miliki, melainkan dengan apa yang paling kita kasihi dan hargai.
Kedua kisah ini mengajak kita bercermin dengan jujur. Apa berkat dalam hidup kita hari ini yang mungkin sedang Tuhan sentuh? Karier, usaha, keluarga, pelayanan, atau kenyamanan hidup? Janganlah takut ketika Tuhan menguji melalui apa yang sudah Dia berikan. Ujian itu bukan untuk mengambil, melainkan untuk memurnikan iman dan menguatkan hubungan kita dengan-Nya. Belajarlah berkata, “Tuhan, semua berasal dari-Mu dan tetap milik-Mu.” Ketika kita menyerahkan apa yang berharga bagi kita di tangan Tuhan, kita akan melihat bahwa Dia yang setia akan mencurahkan keajaiban finansial atas kita. Dia bukan hanya memulihkan keadaan kita, tetapi membawa berkat itu ke tingkat yang lebih mulia, demi kemuliaan nama-Nya. (MC)
RENUNGAN
Tuhan kadang MENGUJI kita dengan BERKAT yang sudah Dia berikan, bukan dengan apa yang belum kita miliki.
APLIKASI
1. Berkat apa dalam hidup Anda yang paling sulit Anda serahkan kepada Tuhan saat ini?
2. Apakah Anda lebih mengasihi berkat Tuhan atau Tuhan yang memberi berkat itu?
3. Bagaimana respons Anda jika Tuhan menguji ketaatan melalui apa yang sudah Anda miliki?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur atas setiap berkat yang Engkau percayakan. Ajari kami untuk tidak melekat pada pemberian, tetapi setia mengasihi Engkau. Uji dan murnikan hati kami, supaya kami taat menyerahkan segalanya bagi kemuliaan-Mu dan hidup kami berkenan di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Ayub 38-40; Kisah para rasul 16:1-21
Categories
Latest Posts