Visi Tanpa Batas Membawa Mujizat Besar Bagi Keluarga Kami

Shallom..nama saya Hendry dan istri saya Putri. Kami ingin menyaksikan kebaikan Tuhan yang teramat luar biasa dalam kehidupan keluarga kecil kami. Kebaikan Tuhan yang membuat kami menangis terharu setiap Dia membuka pintu dan memberi kejutan yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Dan itu terjadi setiap saat. Setahun yang lalu (September 2014) kami berdua memutuskan untuk pindah dari rumah mertua di Solo. Keluarga yang baru dipaksa harus mandiri, lepas dari suasana nyaman serumah dengan orang tua.

Pada saat itu, saya baru saja resign dari pekerjaan yang lama dan mulai merintis kembali sebagai freelance arsitek dan hanya ada 1 proyek jalan. Tuhan antarkan kami ke kota Jogja untuk hidup sebagai keluarga yang penuh penyertaan Tuhan, kami mau percaya dan taat. Kami percaya, kalau itu memang jalan dari Tuhan, maka Ia sendiri yang akan bukakan dan siapkan jalannya. Awal mula di Jogja, kami mendapat kontrakan rumah yang sangat layak, lebih dari cukup. Biaya kontrak 1tahun disediakan Tuhan tepat pada waktunya, dan tepat dalam nilai rupiahnya tidak lebih dan tidak kurang sama sekali. Banyak teman dan keluarga tanya, kenapa cuma kontrak 1 tahun, bagaimana dengan tahun depan? Saya dan istri selalu menjawab bahwa tahun depan kami sudah punya rumah sendiri, dan semua yang mendengar hanya tertawa. Dalam jawaban itu kami tahu bahwa Tuhan kami lebih dari mampu dan sanggup untuk menggenapi segala keperluan kami. Hidup sebagai keluarga baru, Tuhan percayakan hal-hal besar, anak kami tumbuh lebih mandiri, kehidupan rumah tangga lebih matang, dan berkat keuangan dicukupkan. Tuhan membuat kami sama sekali tidak kuatir dengan hari esok. Bulan ke2 setelah pindah, omset online shop istri meningkat 10x lipat, dan Tuhan berikan saya proyek tanpa henti.

Foto Hendry dan keluarga

Hingga pada awal Tahun Global Blessing 2015 ini Tuhan percayakan kami untuk membeli sebuah mobil kecil, satu hal yang tidak terpikirkan bahwa kami akan memilikinya secepat ini, hanya dalam hitungan minggu. Karena rumah kontrakan tidak dapat diperpanjang, maka memasuki bulan ke6, saya dan istri mulai fokus mencari rumah di iklan koran, internet, dsb. Semua sepertinya MUSTAHIL. Budget yang sangat terbatas, masih ada angsuran mobil, kebutuhan harian, hingga banyaknya masukan dari saudara dan teman untuk menunda membeli rumah karena sepertinya konyol belaka, tapi kami punya taktik. Pertengahan tahun kami menemukan 1 iklan rumah yang sesuai dengan kriteria kami. Kami berdoa, bersatu hati dan menyerahkan keinginan kami kepada Tuhan. Dengan segera, dalam iman, kami mengambil langkah untuk booking fee rumah tersebut, karena kami yakin, tanah tersebut yang disediakan Tuhan untuk kami. Setelah itu kami mulai menjalankan taktik, berjuang mencari pinjaman dari keluarga dan teman, agar dapat meringankan angsuran KPR atau membantu DP, tapi Tuhan menutup semua jalan itu. Kami menangis bersama, dan terus berdoa. Sampai satu saat kami lelah berharap pada manusia dan mulai berserah kepada Tuhan. Kami lupa, kami punya Tuhan, bukan taktik mencari pinjaman. Mujizat terjadi. Proyek besar yang pada awalnya batal, tiba-tiba diminta segera dikerjakan. Tuhan butuh 1 pagi saja untuk mengubah MUSTAHIL menjadi MUNGKIN dan BISA. Dan nilai dari proyek itu bahkan lebih banyak daripada DP yang harus kami bayarkan. Puji Tuhan, kami bahkan tidak dibiarkanNya berhutang, Tuhan lunaskan segala keperluan dana kami. Lagi-lagi cuma Nama Tuhan yang dipermuliakan. Dan benar, hanya butuh 1 tahun dari kepindahan kami, kami benar-benar memiliki rumah sendiri. Sekarang rumah kecil kami sedang dibangun di atas pondasi nama Tuhan. Tuhanlah yang menyimpan masterplan hidup kami, kami semata-mata hanya hidup bersandar kepada Tuhan. Milikilah visi yang tanpa batas untuk hidupmu, jangan takut untuk berjuang, dan selalu memiliki iman bahwa visi itu akan segera terwujud. Sungguh tidak pernah kami bayangkan, penyertaanNya begitu sempurna dan rancanganNya penuh damai. Semoga kesaksian kami dapat menjadi berkat untuk semua. Amin.

Hendry Dawir