TIDAK ADA BATAS BILA BERSAMA DENGAN ROH KUDUS

RHEMA HARI INI

1 Yohanes 4:4b sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Smith Wigglesworth adalah seorang hamba Tuhan yang sangat dikenal dengan kuasa dan mujizat-mujizat yang luar biasa dalam pelayanannya. Smith berkata bahwa yang paling penting baginya adalah KEPENUHAN ROH KUDUS yang terus menerus sampai meluber. Ia akan terus berdoa, menyembah, berbahasa roh dan merenungkan firman Tuhan sampai dia merasa meluap-luap dan melimpah-limpah dengan Roh Kudus. “Saya harus kepenuhan Roh Kudus sampai saya bisa menangkap api itu dalam roh! Tanpa api itu, tidak ada yang akan terjadi. Tapi kalau kita bisa menangkap api itu, maka mujizat pasti terjadi!” Begitu Smith mendapatkan api itu, maka ia akan segera melepaskannya. Saat itulah Roh Kudus akan beraksi. Kuasa dan mujizat Tuhan akan bermanifestasi dengan dahsyat dan keajaiban-keajaiban akan terjadi.

Selain Smith, ada Kathryn Kuhlman. Seorang wanita yang diurapi dan dipakai Tuhan secara luarbiasa untuk melakukan mujizat-mujizat yang sangat spektakuler. Kathryn berkata bahwa sebelum ia mulai berdoa untuk orang sakit, ia akan terlebih dahulu menunggu kehadiran satu sosok PRIBADI, yaitu Roh Kudus. Sebelum Pribadi itu berkenan memanifestasikan hadirat-Nya, maka tidak akan terjadi sesuatu apapun. Itu sebabnya Kathryn akan berdoa dan menyembah Tuhan sampai ia merasakan di satu titik, Roh Kudus menyatakan hadirat-Nya. Barulah setelah itu ia akan mendoakan orang sakit. Kuasa Roh Kudus mengalir dengan dahsyat melalui doa-doanya dan mijizat demi mujizat pun terjadi.

Dari 2 hamba Tuhan yang dipakai luar biasa ini, kita bisa melihat betapa hebatnya kuasa Roh Kudus. Kita memang terbatas, kita memang penuh kelemahan. Namun ketika kita meminta pengurapan dan Roh Kudus memenuhi kita, maka kita akan dibuat-Nya menjadi tidak terbatas. Seiring dengan kepenuhan Roh Kudus mendominasi hidup kita, demikian pula kapasitas berbuah lebat yang kita miliki, akan semakin diperbesar. Selalu berbuah lebat di semua musim dan hidup kita akan berjalan dari kemuliaan pada kemuliaan berikutnya yang semakin besar.

RENUNGAN:

Saat ROH KUDUS yang TIDAK TERBATAS memenuhi kita, maka kita pun akan dibuat-Nya menjadi TIDAK TERBATAS.

APLIKASI:

1. Apa yang menjadi keterbatasan Anda saat ini?
2. Sudahkah Anda mencoba menakklukkan keterbatasan itu? Dengan cara apakah?
3. Apa yang terjadi dengan keterbatasan Anda ketika Roh Kudus yang tak terbatas memenuhi hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Ya Roh Kudus, penuhilah kami dengan urapan-Mu, sehingga kami yang terbatas bisa Engkau pakai tanpa batas dan berbuat lebat bagi kemuliaan nama Tuhan. Terimakasih Roh Kudus. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

MENERIMA POTENSI ALLAH DALAM KEPENUHAN ROH KUDUS

RHEMA HARI INI

Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Sebagai orang percaya, kita tentu sangat mengenal Adam, manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan. Selanjutnya Tuhan membuat taman di sebelah timur Eden dan menempatkan Adam di sana untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Seorang diri Adam merawat dan mengelola berbagai-bagai pohon yang ditumbuhkan Tuhan dari bumi. Adam jugalah yang memberi nama segala binatang hutan, segala ternak, segala burung di udara dan di air. Tak ada satupun nama yang sama dari sekian banyak binatang yang kita kenal sampai sekarang. bisa kita bayangkan betapa hebatnya pengetahuan dan hikmat Adam untuk bisa melakukannya. Ia manusia pertama yang mengerti tentang pertambangan, pengairan, peternakan dan perkebunan. Darimana datangnya semua pengetahuan dan kemampuan itu jika tidak dari Tuhan sendiri.

Ya, setelah Tuhan membentuk Adam dari debu tanah, Tuhan menghembuskan nafas hidup-Nya kepada Adam, demikianlah Adam menjadi mahluk hidup. Hembusan nafas hidup Allah adalah impartasi kepenuhan Roh Kudus. Karena menerima kepenuhan Roh Kudus, Adam bisa menaklukkan bumi, sangat berkuasa dan bisa berbuah lebat. Saat kepenuhan Roh Kudus itulah Adam menerima potensi Allah dalam hidupnya. Kekuatan Allah, kuasa Allah, hikmat Allah, pengertian Allah, kasih Allah dan kemuliaan Allah. Potensi Allah yang Adam terima itu, sama dengan kapasitas yang Allah berikan untuk Adam bisa berbuah lebat!

Hari ini, jika kita ingin menjadi pemenang, penakluk dan penguasa dalam bidang kita masing-masing, maka kita perlu menerima kepenuhan Roh Kudus. Kita perlu menerima potensi Allah dalam hidup kita. Ketika kehendak-Nya menguasai kehendak kita, kebenaran-Nya menguasai pikiran kita dan kasih-Nya menguasai emosi kita, maka seluruh kehidupan kita dikuasai oleh Roh Kudus sepenuhnya. Kita semakin berkurang, dan Dia semakin lebih besar. Saat itulah kita akan menerima semua potensi Allah yang luar biasa dalam mengerjakan kehidupan kita, sehingga berbuah sangat lebat bagi sesama dan bagi Tuhan.

RENUNGAN

KEPENUHAN Roh Kudus membuat kita menerima POTENSI ALLAH dalam hidup kita.

APLIKASI

1. Bisakah Anda membayangkan apa yang bisa Anda kerjakan jika Anda menerima potensi Allah dalam hidup Anda?
2. Bagaimana supaya Anda bisa menerima potensi Allah tersebut?
3. Apa yang akan Anda lakukan agar hidup Anda dipenuhi dengan Roh Kudus?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, kami rindu hidup kami ini menghasilkan buah yang lebat. Kami berikan hidup kami untuk dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus-Mu ya Bapa. Berkuasalah sepenuhnya atas hati, kehendak dan pikiran kami. Biarlah potensi yang dari pada-Mu mengalir dan memenuhi hidup kami. Terimakasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

RAHASIA PERTAMA UNTUK BERBUAH LEBAT (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 24-26
Titus 2

RHEMA HARI INI
Yesaya 32:15 Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.

Suatu hari seorang guru sains memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menanam biji-bijian. Semua murid begitu bersemangat dan antusias. Ada yang menanam biji kecambah, biji bunga, dan sebagainya. Mereka rutin menyiraminya dengan air, juga memberi sinar matahari yang cukup, sehingga biji tersebut mulai brertumbuh. Namun, setelah beberapa hari berlalu, antusiasme mereka mulai berkurang. Hingga suatu hari, ketika mereka melihat tanaman mereka kembali, tanaman tersebut sudah mengering dan layu.

Air sangat dibutuhkan oleh tanaman. Manfaatnya antara lain untuk mengisi cairan tubuh tanaman, sebagai pelarut unsur hara di dalam tanah yang menjadi makanan bagi tumbuhan, juga membantu penyerapan unsur hara dari dalam tanah dan mengangkut unsur hara tersebut ke seluruh bagian tanaman. Sekalipun tanaman tersebut sering diberi pupuk dan diberi sinar matahari yang cukup, semua itu akan sia-sia kalau tanaman kekurangan air. Jika kita korelasikan dalam kehidupan kita, tanaman tersebut adalah hidup kita dan air adalah Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, maka hidup kita akan layu dan mati, sehingga otomatis tidak akan ada pertumbuhan.

Apabila kita rindu hidup kita dapat bertumbuh dan menghasilkan buah yang lebat, kuncinya adalah hidup yang penuh dengan Roh Kudus. Sekalipun kita rajin ke gereja, sering membaca firman Tuhan, dan rutin pelayanan, tetapi jika hidup kita tidak penuh dengan Roh Kudus, maka pertumbuhan kita tidak akan maksimal. Roh Kuduslah yang akan membantu kita dalam memahami dan melakukan firman Tuhan. Roh Kudus pula yang memberi kita kekuatan, serta menuntun kita dalam menjalani hari-hari kita. Bahkan, Roh Kudus juga yang akan memberikan kita tuntunan, sehingga setiap langkah kita tidak akan salah. Jika kita rindu senantiasa menjadi berkat, maka ambillah komitmen untuk hidup penuh dengan Roh Kudus, sehingga hidup kita tidak akan stagnan, justru kita akan bertumbuh dan berbuah lebat bagi Kerajaan Allah. Melalui hidup kita, nama Tuhan akan semakin dimuliakan dan banyak jiwa akan diselamatkan. (Rdf)

RENUNGAN
RAHASIA PERTAMA untuk BERBUAH LEBAT adalah KEPENUHAN ROH KUDUS.

APLIKASI
1. Menurut Anda, sudahkah hidup Anda bertumbuh dan menghasilkan buah yang lebat bagi Kerajaan Allah? Jika sudah atau belum, mengapa demikian?
2. Menurut Anda, mengapa kepenuhan Roh Kudus menjadi kunci agar hidup kita dapat berbuah lebat?
3. Langkah-langkah apa yang akan Anda lakukan agar hidup Anda penuh dengan Roh Kudus sehingga dapat menghasilkan buah yang lebat? Tuliskan.

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Tuhan Yesus, terima kasih untuk Roh Kudus-Mu yang Kau berikan bagi kami. Tanpa Roh Kudus, kami tidak akan sanggup melewati semuanya. Oleh karena itu, kami rindu agar Roh-Mu senantiasa memenuhi hidup kami, sehingga hidup kami menghasilkan buah yang lebat bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

CARA HIDUP YANG MENYENANGKAN HATI TUHAN (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 22-23
Titus 1

RHEMA HARI INI
Yohanes 15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Saat Morin masih remaja, ia pernah merenungkan apa arti kehidupan. Morin tak ingin hidupnya hanya sekedar lahir, tumbuh besar, menikah, berkeluarga, menjadi tua, lalu mati. Setelah beberapa waktu, orang-orang yang mengenalnya, bahkan keluarganya akan melupakannya. Bagi Morin, hidup yang seperti itu seperti tidak ada kesan dan tidak meninggalkan sesuatu yang berarti. Tak ada hal yang berguna, bermanfaat, atau akan selalu diingat lama setelah ia tidak ada lagi di dunia ini. Morin pun memutuskan bahwa hidupnya tak akan menjadi biasa-biasa saja. Ia memang belum menemukan caranya ketika ia memikirkan hal itu. Barulah setelah lahir baru, Morin mengerti bahwa hidup yang berbuah lebat adalah tujuan dan visi yang diinginkannya.

Sebagai orang Kristen, kita sering disebut sebagai murid-murid Tuhan Yesus. Namun yang sering dilupakan adalah, ada kriteria tertentu untuk kita pantas disebut sebagai murid. Salah satunya adalah berbuah banyak atau berbuah lebat. Bapak gembala kita Ps. Obaja Tanto Setiawan pernah mengajarkan, bahwa buah adalah sesuatu yang dinikmati oleh orang lain dan pohon memang tidak bisa menikmati buahnya sendiri. Demikianlah kesuksesan hidup kita bukan dinilai dari seberapa banyak harta, setinggi apa jabatan, atau sepopuler apa diri kita, tetapi dari seberapa banyak orang yang diberkati melalui kehidupan kita.

Seperti seorang tukang kebun yang sangat bahagia melihat pohon yang ditanamnya berbuah lebat, Tuhan pun sangat senang hati-Nya ketika melihat hidup anak-anakNya berbuah lebat. Kita perlu untuk selalu ingat bahwa Tuhan memberi kita hidup bukanlah tanpa tujuan. Ada rencana Tuhan bagi setiap kita bahkan sejak kita masih bakal anak (Mzm. 139:16). Jika kita mengerti, menerima, dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh, serta penuh tanggung jawab rencana yang telah Tuhan percayakan kepada kita, maka hidup kita pasti akan berbuah. Bukan sekedar buah biasa tetapi buah-buah yang baik, manis, dan sangat berlimpah, sehingga hati Tuhan bahagia karenanya. (PF)

RENUNGAN
BERBUAH LEBAT itu adalah hal yang MENYENANGKAN HATI Tuhan.

APLIKASI
1. Apa arti hidup yang berbuah lebat bagi Anda?
2. Seberapa besar keinginan hati Anda untuk membuat Tuhan senang, bahkan bahagia melihat hidup Anda?
3. Bagaimana Anda akan membuat hidup Anda berbuah lebat mulai dari saat ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas kehidupan yang Kau anugerahkan pada kami saat ini. Kami rindu hidup kami menghasilkan buah yang lebat dan menyukakan hati-Mu. Ajar kami Tuhan, agar hidup kami ini sungguh-sungguh produktif dan membuat nama-Mu semakin dipermuliakan. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

POTENSI YANG BISA BERTUMBUH, BERKEMBANG DAN BERBUAH LEBAT

RHEMA HARI INI

Matius 13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

Kebanyakan orang pasti setuju dengan pendapat bahwa setiap manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Hanya saja, ada orang yang kekurangannya lebih menonjol atau lebih banyak daripada kelebihannya. Yang seperti ini, tentu menimbulkan banyak kesusahan dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Tetapi yang sebenarnya, Tuhan menciptakan setiap kita dengan begitu banyak kelebihan. Jika kita bisa menemukannya, pastilah kelebihan-kelebihan kita akan menutupi kelemahan atau kekurangan yang kita miliki. Bahkan yang lebih hebat lagi, mampu mengubah setiap kekurangan menjadi batu loncatan untuk kita menjadi manusia yang lebih baik.

Dari sisi jasmani, kita bisa terlahir di dunia ini saja sudah merupakan pemenang. Yang berhasil mengalahkan ratusan juta sel benih lain dari ayah kita, yang sama-sama berjuang untuk membuahi sel telur ibu kita. Ini berarti kita terlahir dengan potensi sebagai pemenang. Sementara dari sisi rohani, Tuhan sudah tanamkan benih-benih talenta, kepandaian, karunia dan banyak hal baik yang lainnya. Semua potensi yang Tuhan berikan ini bukanlah potensi kecil atau biasa-biasa saja, melainkan potensi yang sangat besar sekali. Yang membuat kita bisa berbuah, bahkan berbuah lebat.

Untuk itu, kita perlu mencari tahu apa saja potensi khusus yang sudah Tuhan berikan kepada masing-masing kita. Saat ini mungkin kita merasa tidak ada yang spesial dari diri kita, tidak ada kelebihan yang menonjol dan merasa diri kita biasa-biasa saja. Namun dengan bantuan Roh Kudus, kita akan bisa menemukan setiap potensi yang terpendam dalam diri kita. Setelah mengetahuinya, sadarilah bahwa semua potensi yang ada dalam diri kita itu bisa bertumbuh, berkembang dan berbuah lebat. Seperti tanaman yang terus dirawat, disirami dan dipupuk akan tumbuh semakin besar, demikian pula dengan potensi kita. Dengan terus dilatih, banyak belajar, tidak malu bertanya dan pantang menyerah, maka potensi kita akan semakin berkembang, bertumbuh dan menghasilkan buah lebat bagi Tuhan. Setia dan tekun mengelola potensi yang sudah Tuhan berikan, akan membuat kita berada dalam Perjanjian Berbuah Lebat-nya Tuhan. (PF)

RENUNGAN

SADARILAH bahwa POTENSI dalam diri kita bisa bertumbuh, berkembang, dan BERBUAH LEBAT.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda menemukan potensi yang ada dalam diri Anda? Potensi apa sajakah itu?
2. Bagaimana keadaan potensi itu sekarang? Dalam keadaan stagnan atau bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah yang lebat?
3. Dengan menyadari bahwa potensi Anda bisa bertumbuh, berkembang dan berbuah lebat, apa yang akan Anda usahakan mulai dari saat ini?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, terimakasih atas segala yang baik dalam hidup kami. Ampuni kami jika selama ini kami tidak menyadari potensi-potensi yang telah Kau berikan dalam diri kami. Atau jika kami melalaikan dan mengabaikannya karena kemalasan kami. Tolong kami untuk menemukannya dan beri kami ketekunan dan kesetiaan sehingga hidup kami berbuah lebat bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

BERBUAH LEBAT SESUAI DENGAN KAPASITAS KITA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 20-21
2 Timotius 4

RHEMA HARI INI
Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

David Franklin Hanson Jr. adalah seorang ahli robot sekaligus pengusaha asal Amerika Serikat. Di tahun 2017 silam, Hanson mengenalkan Sophia, sebuah robot manusia yaitu humanoid pada saat rapat PBB. Sophia memiliki penampilan serupa dengan manusia, termasuk gerak-geriknya yang begitu mirip dengan manusia, bahkan ia pun dibekali dengan kecerdasan buatan yang memampukannya berinteraksi serupa dengan manusia pada umumnya.

Di era modern ini, kehadiran robot sudah menjadi semakin familier di kalangan manusia. Dari robot yang bisa menyapu dan mengepel sendiri, bahkan sampai robot berbentuk manusia pun sudah ada. Setiap jenis robot yang akan diciptakan pasti telah diatur untuk memiliki maksud tertentu. Saat penciptanya merancang, tentu saja sudah memperlengkapi robot buatannya dengan sistem ataupun program-program yang akan memampukan si robot untuk bekerja sesuai dengan tujuannya. Sekalipun alasan dasar robot diciptakan adalah sama-sama untuk mempermudah pekerjaan manusia, akan tetapi satu robot dengan yang lainnya bisa memiliki program dan tentunya juga penampakan yang berbeda-beda.

Saat manusia menciptakan robot, yang hanya sebuah mesin, dengan sudah dibekali kapasitas untuk menjalankan misinya, terlebih lagi dengan Tuhan saat menciptakan manusia. Kita, manusia, diciptakan Tuhan dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk berbuah lebat bagi Kerajaan-Nya. Maka dari itu, kita pun juga pasti sudah dibekali-Nya dengan kapasitas untuk melaksanakan amanat-Nya di muka bumi. Sehingga apabila selama ini kita sering kali berkecil hati atau bahkan memandang rendah diri kita sendiri, maka inilah saatnya untuk kita mengubah cara pandang kita. Sadarilah bahwa karena Allah Bapa kita menciptakan setiap dari kita ini istimewa, serupa dan segambar dengan Dia, maka kapasitas yang ada dalam diri kita pun juga pasti sangat luar biasa. Sehingga setiap dari kita pasti dapat berbuah lebat seturut rancangan-Nya.

RENUNGAN
Kita diciptakan dengan KAPASITAS untuk BERBUAH LEBAT.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memiliki cara pandang yang benar bahwa setiap kita ini memiliki kapasitas untuk berbuah lebat? Apakah cara pandang yang benar itu?
2. Menurut Anda, apakah yang sekiranya menjadi penghalang bagi Anda untuk berbuah lebat?
3. Apakah yang sekiranya dapat Anda lakukan untuk berbuah lebat? Renungkanlah!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang telah menguatkan kami. Kami kini yakin dan percaya bahwa Engkau sudah membekali kami dengan kapasitas untuk berbuah lebat sehingga setiap kami pasti bisa untuk berbuah lebat bersama-Mu. Dan biarlah nama-Mu yang dimuliakan melalui buah-buah kehidupan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

VISI ANAK KEPADA ORANGTUANYA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 18-19
2 Timotius 3

RHEMA HARI INI
Amsal 23:25 Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.

Reni ingat betul bagaimana bersemangatnya ayah dan ibu Reni menceritakan masa kecilnya. Bagaimana Reni saat masih dalam kandungan ibunya, saat ia bayi, dan masa-masa kecilnya. Reni pun membayangkan perjuangan ayah ibunya ketika mereka harus mengatur waktu antara pekerjaan dan mendidik, serta membesarkannya. Ia juga membayangkan bagaimana perjuangan orangtuanya mencarikan biaya untuk bisa menyekolahkannya hingga tamat perguruan tinggi.

Ketika Reni mendengarkan bagaimana perjuangan ayah dan ibunya ketika mengorbankan segala sesuatu untuk dirinya, ia pun bertekad akan menjadi anak yang baik bagi mereka. Ia ingin bisa membalas kebaikan dan jerih payah mereka membesarkan dirinya. Meskipun Reni belum bisa memberikan materi yang banyak, tetapi ia berusaha ada untuk orangtuanya. Sejak sekolah hingga bekerja, ia pun selalu berusaha melakukan yang terbaik, karena ia ingin membuat orangtuanya bangga. Reni ingin orangtuanya selalu bisa bersukacita dan berbahagia melalui hidupnya. Ia bertekad untuk menjadi anak yang berbakti dan selalu menyenangkan orangtuanya.

Banyak anak yang saat ini terlalu sibuk dengan pekerjaan, kesenangan, dan teman-teman mereka. Tidak sedikit pula yang lupa ada orangtua yang selalu menanti kehadiran dan cerita mereka. Jikalau saat ini Tuhan masih memberikan orangtua yang lengkap pada kita, jangan sia-siakan itu karena tidak semua masih memilikinya. Pergunakanlah waktu-waktu yang ada untuk selalu ada bagi orangtua kita dan buatlah mereka tersenyum bangga karena kita. Sebagai anak, hiduplah seturut dengan firman Tuhan dengan memiliki visi membuat orangtua kita bersukacita dan berbahagia melalui hidup kita. Jangan membuat mereka susah dan bersedih, tetapi buatlah mereka selalu senang dan tertawa. Saat kita bisa membuat orangtua kita berbahagia dan bersukacita, maka berkat Bapa yang luar biasa akan Tuhan curahkan dalam hidup kita. Oleh karena itu, jadilah anak yang membawa sukacita bagi keluarga kita, anak yang hidup dalam kebenaran, hidup dengan bijak, hidup mau dididik dan diajar, menghormati, dan mau dekat dengan keluarga. Jadilah anak Tuhan yang juga dekat dengan Bapa Sorgawi kita. (LEW)

RENUNGAN
MILIKI VISI untuk membuat orangtua BERSUKACITA dan BERBAHAGIA melalui hidup kita.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memiliki visi untuk membuat orangtua Anda bersukacita dan berbahagia melalui hidup Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Apa saja yang menyebabkan Anda belum bisa membuat orangtua Anda bersukacita dan berbahagia?
3. Bagaimana Anda mengetahui bahwa orangtua Anda bersukacita dan berbahagia dengan hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami mau memiliki visi untuk selalu membuat orangtua kami berbahagia dan bersukacita. Selama waktu masih Engkau berikan, kami mau berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka lewat hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

JANGAN MENJADI ANAK YANG TERHILANG DARI HATI ORANGTUA

RHEMA HARI INI

Matius 18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Nyna adalah seorang anak tunggal yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang sangat protektif. Di masa remaja, saat teman-temannya yang lain diijinkan oleh orangtua mereka untuk piknik bersama keluar kota, hanya Nyna saja yang tidak diijinkan oleh orangtuanya. Seringkali Nyna merasa tidak sabar ingin cepat dewasa dan bekerja di luar kota, sehingga ia bisa keluar dari rumah orangtuanya dan menjadi bebas. Waktu pun berlalu, kini tiba saatnya Nyna mencari kerja. Sengaja ia memilih kota yang jauh dari tempat tinggal orangtuanya. Karena kesibukan, tanpa Nyna sadari, hubungannya dengan orangtua menjadi semakin renggang. Hal ini tentu saja mendukakan hati kedua orangtuanya.

Bayi yang baru lahir sangat membutuhkan orangtuanya. Karena belum bisa melakukan apa-apa, maka peran orangtua menjadi sangat penting bagi seorang anak. Dengan sabar, orangtua mengajari anak bagaimana cara untuk makan, berjalan, berbicara dan lain sebagainya. Namun saat beranjak dewasa, seorang anak akan semakin mandiri dan bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Kebutuhan akan keberadaan orangtua pun makin tergeser. Apalagi jika sudah bekerja, kemudian menikah dan memiliki keluarga sendiri. Tak jarang anak menjadi terhilang dari hati orangtuanya.

Bagi seorang anak yang telah dewasa, di tengah segala kesibukan yang ada, tanpa sadar kita jadi melupakan orangtua. Seolah-olah kita bisa melanjutkan hidup tanpa orangtua. Atau dengan sengaja kita menjauhi orangtua kita karena merasa kecewa, malu dan sebab lainnya. Ingatlah, sebagai seorang anak, kita ini adalah pembawa sukacita bagi orangtua kita. Semakin hari umur orangtua kita semakin bertambah. Waktu yang dapat kita habiskan bersama mereka semakin berkurang. Maka dari itu selagi orangtua kita masih ada, marilah kita menjadi anak yang ‘kembali pulang’ kepada orangtua kita. Mari kita kembali menjadi pembawa sukacita dan kebanggaan bagi orangtua yang telah membesarkan kita.

RENUNGAN

Tanpa kita sadari, mungkin kita sudah menjadi ANAK YANG TERHILANG dari hati orangtua kita.

APLIKASI

1. Apakah yang dimaksud dengan anak yang terhilang?
2. Menurut Anda, apakah Anda menjadi anak yang terhilang dari hati orangtua Anda?
3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk kembali pulang dan menyukakan hati orangtua Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, terima kasih untuk orangtua yang telah Engkau berikan bagi kami. Sebagai seorang anak, kami rindu untuk dapat menyukakan hati orangtua kami selagi kami masih bisa. Beri kami hikmat, ya Tuhan, agar kami bisa menjadi anak yang dapat membalas kasih dan pengorbanan orangtua kepada kami. Sehingga hubungan antara anak dan orangtua dapat dipulihkan di dalam-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

CARA SEDERHANA UNTUK MEMBAHAGIAKAN ORANGTUA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 15-17
2 Timotius 2

RHEMA HARI INI
Matius 19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”

Gambaran jelas tentang hati orangtua kepada anak-anaknya dapat kita lihat dari perumpaan anak hilang yang diceritakan Tuhan Yesus dalam kitab Lukas. Dikisahkan si bungsu memilih untuk meninggalkan ayahnya, sekedar untuk hidup bebas dan foya-foya. Namun, dalam Lukas 15:20b dikatakan, “Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” Tidak secara kebetulan sang ayah melihat anaknya datang dari jauh. Besar kemungkinan sang ayah senantiasa berjaga-jaga dan selalu menantikan kepulangan anaknya. Tidak peduli seberapa besar kesalahan anaknya, ia tetap mengasihi anaknya dan sangat rindu agar anak-anaknya selalu dekat dengannya.

Sebagian besar orangtua memiliki hati yang sama seperti dalam kisah di atas. Mereka begitu rindu bisa selalu berada dekat dengan anak-anaknya. Sekalipun terkadang ada beberapan anak yang sudah mengecewakan hati mereka, bahkan memilih untuk meninggalkan orangtuanya. Namun, hati setiap orangtua pasti akan tetap mengasihi dan merindukan kedekatan dengan anak-anaknya. Harta dan barang-barang mewah tidak membuat mereka merasakan kebahagiaan yang seutuhnya, tetapi waktu kitalah yang membuat mereka merasakan bahagia yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, jika kita rindu untuk membahagiakan orangtua kita, maka ambil komitmen untuk mau dan suka mendekat pada orangtua kita. Dengan hal sederhana inilah, hati mereka akan disenangkan. Ambil langkah untuk mulai mengatur prioritas waktu kita, dan memilih untuk mengalihkan kesenangan pribadi kita menjadi keinginan untuk menyenangkan orangtua. Pilihlah kegiatan yang dapat kita lakukan bersama mereka. Bangun kedekatan dan ciptakan waktu kebersamaan yang indah dengan orangtua. Sehingga kita akan melihat bagaimana orangtua kita bersukacita dan berbahagia melalui hidup kita. Jangan buat mereka susah, buat mereka senang! Jangan buat mereka menangis, buatlah mereka tertawa! Maka lihatlah berkat Bapa yang luar biasa itu akan Tuhan curahkan dalam hidup kita.

RENUNGAN
Hal sederhana tetapi SANGAT MEMBAHAGIAKAN hati orangtua adalah ketika anak MAU dan SUKA DEKAT dengan ORANGTUANYA.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda membangun kedekatan dengan orangtua Anda? Kegiatan apa saja yang sudah Anda lakukan untuk membangun kedekatan Anda dengan orangtua?
2. Menurut Anda, mengapa berada dekat dengan orangtua menjadi kunci turunnya berkat Tuhan atas kita?
3. Langkah apa saja yang harus kita ambil agar dapat membahagiakan orangtua kita? Tuliskan.

DOA UNTUK HARI INI
“Terima kasih Bapa atas setiap orangtua kami, baik orangtua jasmani maupun rohani. Kami percaya Engkau tidak asal-asalan menaruh mereka dalam hidup kami. Urapi kami agar dapat menjadi anak yang mempunyai buah-buah Roh Kudus sehingga kami boleh menjadi berkat bagi mereka. Biar melalui hidup kami, mereka merasakan kebahagiaan.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

MENDIDIK ANAK DENGAN BICARA BERULANG-ULANG

RHEMA HARI INI

Ulangan 6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Sejak Joan masih kecil, ia memiliki hubungan yang dekat dengan orangtuanya. Seperti sahabat saja layaknya. Apapun yang dirasakan Joan, selalu diutarakan pada kedua orangtuanya. Hanya satu yang terkadang mengganggu Joan, yaitu jika orangtuanya mengulang-ngulang nasehat. Joan sampai hafal diluar kepala. Diantaranya adalah supaya Joan tidak menganggap uang atau barang sebagai miliknya, jika belum betul-betul ada di tangannya. Bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini dan pergaulan yang salah merusak kebiasaan yang baik. Joan agak kesal jika orangtuanya mulai menasehatkan hal ini lagi dan lagi. Biasanya dengan cepat ia akan segera mengubah topik pembicaraan.

Setelah Joan dewasa, barulah ia mengalami segala yang dinasehatkan orangtuanya benar adanya. Joan pernah berhutang dengan perhitungan bahwa di tanggal pengembalian, ia akan mendapat pembayaran dari kliennya. Ternyata karena sesuatu hal, sang klien tidak bisa membayar tepat waktu. Joan pun kelabakan karena uang itulah yang sedianya ia pakai untuk membayar hutang. Joan kini menyadari, bahwa bukan tanpa alasan orangtuanya mengajar dan mendidiknya berulang-ulang, karena hal itu penting untuk diingat supaya hidupnya terhindar dari kesulitan yang tidak perlu dan tak semestinya terjadi.

Orangtua yang menyayangi anaknya dan mau mendidik anaknya dengan benar, pasti akan bicara berulang-ulang. Bukan karena cerewet atau tidak ada pekerjaan lain, namun orangtua ingin memastikan bahwa nasihat dan didikannya betul-betul tertanam dalam diri kita. Gembala kita Ps. Obaja pun sering mengulang-ulang pelajaran, itu karena beliau menyayangi kita, anak anak rohaninya. Lupa adalah sifat manusia, jika tidak sering diingatkan kembali kita akan mudah lupa dengan nasihat dan didikan yang baik. Itu sebabnya, sebagai anak jasmani maupun rohani, jangan bosan dan justru bersyukur memiliki orangtua yang demikian. Bagi orangtua yang melakukan perintah firman Tuhan ini, akan diberkati luar biasa (Ulangan 6:6-7). Dan anak-anak yang mau dididik dan menerima pengajaran orang tuanya dengan sukacita, akan mendapatkan berkat yang lebih besar lagi.

RENUNGAN

Orangtua yang MENYAYANGI ANAKNYA dan MAU MENDIDIK anaknya dengan benar, pasti akan BICARA BERULANG-ULANG.

APLIKASI

1. Sebagai anak, pernahkah Anda merasa bosan dengan nasihat dan didikan orangtua yang berulang-ulang?
2. Menurut Anda, apa tujuan orangtua bicara secara berulang-ulang untuk mendidik dan mengajar Anda?
3. Bagaimana kini Anda akan meresponi didikan orangtua Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, kami bersyukur sebab Engkau hanya memberikan yang baik dalam hidup kami. Ampuni jika kami pernah merasa bosan dan kesal dengan didikan orangtua kami. Kini kami menyadari bahwa itu karena orangtua kami sangat menyayangi kami. Beri kami hati yang tunduk, sukacita dan terbuka dalam menerima didikan dan ajaran orangtua kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!
Languages

Change Language