JANGAN IJINKAN KETAKUTAN

22 February 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 41:10a Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Di sebuah desa hiduplah seorang pemuda yang baru saja membeli sebidang sawah. Berbekal ilmu yang diperolehnya, pemuda ini bermaksud mengolah lahannya. Namun, hari berganti hari, bulan berganti bulan, sawah yang dibeli pemuda ini tak kunjung digarapnya. Rupanya pemuda ini takut kalau-kalau benih yang ditaburkan dimakan hama. Ia juga khawatir jika benih itu nanti mati dan tidak bisa bertumbuh. Ia juga takut jika nantinya hasil panen tidak sesuai harapan, belum lagi kalau ada yang mencuri tanamannya di sawah. Ketakutan-ketakutan yang dialami pemuda itu membuatnya tidak pernah mengalami apa yang dinamakan “panen”. Pikiran-pikiran negatif yang muncul justru menghalanginya bisa mengalami masa menuai. Hari-hari ini, banyak orang juga tidak melangkah karena pikirannya dipenuhi dengan ketakutan. Namun, hari ini Tuhan mengingatkan kita dalam Yesaya 41:10 untuk tidak takut melakukan apapun, karena Tuhan selalu ada menyertai kita. Seperti petani yang tidak akan pernah menuai jika takut untuk menabur, demikian pula hidup kita. Jangan berharap kita mendapatkan tuaian jika kita tidak pernah melangkah untuk menabur. Takut adalah musuh terbesar dari iman. Karena itu mulailah melangkah menabur, dan lakukanlah itu dengan iman. Sekalipun hasilnya belum terlihat, tetaplah menabur dalam iman. Sekeras apapun tanah besi yang kita hadapi, Tuhan akan ubahkan menjadi tanah subur saat kita menabur benih iman. Percayalah dari setiap taburan kita, tuaian-tuaian yang terbaik akan Tuhan berikan pada kita. (LEW) RENUNGAN: Jangan biarkan KETAKUTAN MENGHALANGI taburan imanmu. APLIKASI 1. Ketakutan dalam hal apa yang menghalangi Anda dalam menabur iman selama ini? 2. Mengapa ketakutan bisa menjadi penghalang dalam taburan iman Anda? 3. Bagaimana Anda bisa mengalahkan ketakutan Anda? DOA UNTUK HARI INI Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau berikan bagi kami. Mampukanlah kami selalu memiliki keberanian menabur dalam iman. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin. BACAAN ALKITAB SETAHUN Mazmur 37-39; Kisah para rasul 26

Baca Artikel  

TUAIAN DIMULAI KETIKA KITA MENABUR

21 February 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Warren Buffett merupakan salah satu investor tersukses di dunia. Ia tidak mendapatkan kekayaannya dalam waktu semalam, melainkan dengan menabur prinsip investasi jangka panjang, disiplin, dan kesabaran. Ia tidak mencari keuntungan instan, tetapi terus membangun kekayaannya dengan konsisten. Ya, setiap tuaian dimulai dengan satu hal yang sederhana: benih. Tanpa benih, tidak akan ada panen. Seorang petani tidak bisa berharap menuai gandum jika ia tidak pernah menabur benihnya terlebih dahulu. Begitu pula dalam kehidupan, segala sesuatu yang kita inginkan untuk bertumbuh harus diawali dengan tindakan menabur. Benih tidak selalu berbentuk materi. Dalam hidup, kita semua memiliki benih yang bisa ditaburkan. Misalnya, benih waktu: ketika kita memberi waktu untuk berdoa, merenungkan firman, atau menolong orang lain, kita sedang menabur benih rohani yang akan membawa berkat. Benih kasih: setiap kata baik, setiap tindakan kasih, dan setiap pengampunan yang kita berikan adalah benih yang suatu hari akan kembali kepada kita. Benih kebaikan: menolong orang yang membutuhkan, memberi dengan sukacita, serta berbagi dengan mereka yang kekurangan merupakan taburan benih yang diperhatikan Tuhan dan akan dilipatgandakan-Nya. Yang terpenting adalah benih iman. Percaya pada janji Tuhan, bahkan ketika keadaan tampak sulit, adalah benih yang akan menghasilkan buah pada waktunya. Banyak orang gagal menuai karena mereka takut menabur. Mereka berpikir, "Bagaimana jika saya memberi dan tidak mendapatkan apa-apa kembali?" atau "Bagaimana jika saya berbuat baik, tetapi tidak ada yang menghargai?" Namun, hukum Tuhan dalam Galatia 6:7 jelas: setiap benih yang ditabur akan dituai. Benih mungkin terlihat kecil dan tidak berarti saat pertama kali ditanam, tetapi dalam waktu yang tepat, ia akan bertunas, bertumbuh, dan berbuah lebat. (BDL). RENUNGAN TUAIAN dimulai ketika kita MENABUR; tanpa BENIH, tidak ada PANEN. APLIKASI 1. Apakah yang membuat banyak orang tidak pernah mengalami panen? 2. Menurut Anda, benih apa yang Tuhan ingin Anda tabur saat ini? 3. Dengan cara pandang yang baru Anda dapatkan, apa komitmen Anda soal menabur? DOA UNTUK HARI INI Tuhan, kami ingin hidup dalam iman dan tidak dikuasai oleh ketakutan. Berikan kami keberanian untuk menabur dengan keyakinan bahwa Engkau setia memberikan tuaian. Kami percaya bahwa setiap benih yang kami tabur dalam kasih, kemurahan, dan ketaatan akan Engkau berkati pada waktunya. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin. BACAAN ALKITAB SETAHUN Mazmur 35-36; Kisah para rasul 25

Baca Artikel  

TABURAN YANG MEMBUKA PINTU LANGIT

20 February 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Maleakhi 3:10b Ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan Richard Branson, lahir pada 18 Juli 1950 di London, adalah pengusaha dan filantropis asal Inggris. Ia memulai bisnis sejak usia 16 tahun dengan menjual majalah, lalu mendirikan Virgin Records, Virgin Atlantic, Virgin Mobile, Virgin Media, dan Virgin Galactic. Pada 2004, ia mendirikan Virgin Unite, organisasi sosial yang berfokus pada kemiskinan, kesehatan, lingkungan, dan HAM. Branson telah berdonasi besar kepada berbagai organisasi amal, termasuk satu juta poundsterling untuk korban bencana. Taburan kebaikan dan kepeduliannya terhadap sesama ini tidak hanya membawa dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bukti iman dan keyakinannya akan pentingnya berbagi. Tuhan memberkati setiap perusahaan Branson yang tergabung dalam Virgin Group, menjadikannya perusahaan terkemuka dunia. Ia pun menerima penghargaan gelar dari Ratu Elizabeth II, PBB, dan Time Magazine. Prinsip menabur dalam iman dan kebaikan ini juga tercermin dalam kisah Elia di zaman raja Ahab. Selama 3,5 tahun, langit tertutup dan hujan tidak turun (1 Raja-raja 17–18). Bangsa Israel mengalami kekeringan hebat karena mereka berpaling dari Tuhan. Di tengah situasi sulit, Elia justru menaburkan benih iman dengan sebuah tindakan yang radikal—ia mempersembahkan air yang sangat berharga di atas mezbah Tuhan, padahal air saat itu adalah sumber kehidupan yang langka. Tindakan Elia ini mengajarkan kita bahwa iman seringkali meminta kita untuk melangkah melampaui logika manusia. Secara manusiawi, mempersembahkan air dalam kondisi kekeringan adalah kebodohan. Tetapi bagi Tuhan, itu adalah bukti iman yang menabur. Hasilnya, langit yang tertutup terbuka, api Tuhan turun membakar korban, dan hujan lebat pun tercurah! Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketika kita berani menabur dengan iman—bukan berdasarkan logika manusia, tetapi karena percaya kepada Tuhan—kita akan melihat pintu langit terbuka dan berkat-Nya tercurah. Seperti halnya Richard Branson yang diberkati karena kebaikan dan kepeduliannya, Tuhan tidak pernah mengecewakan mereka yang setia mengandalkan dan menaruh harapan kepada-Nya. (CG) RENUNGAN: Benih yang DITABUR DENGAN IMAN menjadi kunci untuk MEMBUKA PINTU LANGIT. APLIKASI 1. Bagaimana Anda bisa menabur benih iman melalui tindakan nyata dalam kehidupan Anda sehari-hari? 2. Pernahkah Anda mengalami situasi di mana tindakan iman Anda membuahkan hasil yang luar biasa? Bagaimana pengalaman itu menguatkan keyakinan Anda akan kuasa Tuhan? 3. Bagaimana Anda bisa lebih percaya kepada Tuhan dalam menabur benih kebaikan, tanpa takut kehilangan atau kecewa jika hasilnya tidak langsung terlihat? DOA UNTUK HARI INI Tuhan, ajari kami untuk menabur dengan iman, tanpa ragu dan takut, percaya bahwa Engkau selalu mencukupi. Pakailah kami sebagai saluran kasih-Mu untuk memberkati sesama. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin. BACAAN ALKITAB SETAHUN Mazmur 33-34; Kisah para rasul 24

Baca Artikel  

KUASA KRISTUS YANG MENGUBAHKAN

19 February 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Tanah kota Yerikho dulunya adalah tanah terkutuk. Ketika Israel memasuki Tanah Perjanjian, Yosua mengutuk siapa pun yang membangun kembali kota itu. Berabad-abad kemudian, pada zaman nabi Elisa, penduduk Yerikho mengeluh bahwa tanah mereka tandus dan air mereka beracun. Elisa, dengan iman kepada Tuhan, menuangkan garam ke dalam mata air itu dan menyatakan pemulihan dari Tuhan. Seketika, air itu menjadi bersih dan tanah yang sebelumnya tandus mulai subur kembali. Seperti tanah Yerikho yang tadinya terkutuk, manusia juga berada di bawah kutuk hukum Taurat karena dosa. Namun, Kristus datang untuk menebus kita dari kutuk itu dengan menjadi kutuk bagi kita di kayu salib. Saat kuasa Kristus diaktifkan dalam hidup kita, melalui iman kepada-Nya, kutukan dosa diangkat, dan hidup kita yang tadinya tandus berubah menjadi tanah yang subur, menghasilkan buah-buah kebenaran. Hari ini, Tuhan ingin mengubah setiap bagian hidup kita yang masih tandus dan tak berbuah. Apakah ada area dalam hidup kita yang terasa seperti tanah besi yang keras, kering, dan tanpa hasil? Mari kita undang kuasa Kristus bekerja di dalamnya. Seperti Elisa yang menuangkan garam dan membawa pemulihan, mari kita serahkan hidup kita kepada Kristus, dan biarkan kasih serta kuasa-Nya menjadikan hidup kita tanah yang subur, penuh dengan berkat dan kehidupan. (AO) RENUNGAN: Tanah besi menjadi subur saat KUASA KRISTUS diaktifkan. APLIKASI 1. Apakah Anda percaya bahwa kutuk itu ada? Apa alasan Anda? 2. Apa yang terjadi dengan kutukan ketika Tuhan Yesus menebus Anda di kayu salib? 3. Bagaimana Anda akan mulai mengaktifkan kuasa Kristus dalam hidup Anda? DOA UNTUK HARI INI Tuhan Yesus yang baik, kami menyerahkan setiap bagian hidup yang kering dan tak berbuah. Kami percaya, Engkau telah menebus kami dari segala kutuk dan memberi hidup yang baru sehingga kami bisa berbuah lebat bagi kemuliaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin. BACAAN ALKITAB SETAHUN Mazmur 31-32; Kisah para rasul 23:16-35

Baca Artikel  

TANAH HATI YANG SUBUR

17 February 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Sebuah ladang tidak bisa tiba-tiba menjadi subur tanpa proses. Seorang petani tahu bahwa jika ia menginginkan panen yang melimpah, ia harus membajak tanah, membuang batu dan duri, menyirami, merawat, dan bersabar menunggu pertumbuhan. Tanah yang subur bukan hasil kebetulan, tetapi merupakan hasil dari pengolahan, pemupukan, dan kerja keras. Demikian pula, kehidupan rohani yang berbuah tidak terjadi secara instan. Iman yang menabur—melalui doa, firman, dan ketaatan—akan menghasilkan tanah hati yang subur dan berbuah. Tanah yang keras melambangkan hati yang mengandalkan diri sendiri, menolak firman Tuhan, dan tertutup terhadap pekerjaan Roh Kudus. Sebaliknya, tanah yang subur adalah hati yang lembut, penuh iman, dan siap menerima setiap benih kebenaran yang Tuhan taburkan. Seperti tanah yang perlu diolah dan dipersiapkan, demikian juga hati kita yang perlu dibentuk melalui firman dan proses Tuhan. Kita harus membuang batu dan duri, yaitu dosa, ketidakpercayaan, dan kepahitan, serta menyirami dan merawat hati kita dengan doa dan firman Tuhan. Selanjutnya, kita perlu bersabar menunggu pertumbuhan dan tetap beriman meskipun hasilnya belum terlihat. Ingatlah bahwa Tuhan ingin kita menjadi tanah yang subur agar setiap benih firman yang Ia taburkan dapat bertumbuh dan berbuah lebat. Ketika kita mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan hanya kepada-Nya, kita akan mengalami berkat-Nya yang berlimpah dan hidup di bawah langit yang terbuka. (AM). RENUNGAN: Tanah subur TIDAK TERJADI BEGITU SAJA; ia dihasilkan dari iman yang menabur. APLIKASI 1. Bagaimana kondisi hati Anda saat ini, seperti tanah besi atau tanah subur? 2. Apakah yang sudah Anda tabur dengan iman? Misalnya doa dan pujian di tengah masalah, taat meskipun sulit, atau yang lainnya? 3. Apa yang Anda alami dan rasakan ketika Anda mulai belajar memiliki iman yang menabur? DOA UNTUK HARI INI Tuhan, kami serahkan hati kami untuk Kau olah. Jadikan kami tanah yang subur, siap menerima firman-Mu dan berbuah lebat bagi kemuliaan-Mu. Kami percaya bahwa ketika kami mengandalkan Engkau, kami akan diberkati dan mengalami langit yang terbuka. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin. BACAAN ALKITAB SETAHUN Mazmur 26-28; Kisah para rasul 22

Baca Artikel  

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT

16 February 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Matius 5:13-14 Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Seorang pengusaha besar di Indonesia, kini dikenal sebagai pelopor industri properti, memulai hidupnya dengan masa kecil yang penuh tantangan. Kehilangan ayah saat remaja karena ditahan penjajah Jepang membuat keluarganya jatuh miskin. Namun, ia tidak menyerah. Ia memilih untuk bangkit, melanjutkan pendidikan, dan menggantungkan mimpi tinggi di tengah segala keterbatasan. Setelah lulus kuliah, ia memulai usahanya dengan cara sederhana, yakni berkeliling dari rumah ke rumah mencari orang yang bersedia mempercayakan proyek padanya. Proses itu tidak singkat, tetapi kesabaran dan kerja kerasnya akhirnya berbuah manis. Ia mendapatkan kepercayaan besar dalam membangun kawasan Senen dan Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta, sebuah awal dari perjalanan suksesnya. Beberapa waktu kemudian, ia mendirikan grup perusahaan yang menjadi salah satu raksasa properti di Indonesia. Dengan inovasi tanpa henti, perusahaan ini menghasilkan proyek-proyek besar yang tersebar di berbagai kota di tanah air. Namun, keberhasilannya tidak ia nikmati sendiri. Ia berkomitmen mengembangkan kewirausahaan di Indonesia dengan mendirikan universitas yang berfokus pada pendidikan kewirausahaan. Ia ingin melahirkan generasi baru pengusaha yang dapat membawa perubahan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kisah ini mengingatkan kita pada panggilan hidup yang lebih besar. Seperti ayat hari ini mengajarkan kita untuk menjadi terang dan garam bagi dunia. Ketika berkat Tuhan melimpah dalam hidup kita, itu bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Ada bagian yang harus kita bagikan, ada peran yang harus kita ambil untuk membantu sesama. Hidup bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan, tetapi juga tentang apa yang dapat kita berikan. Temukanlah peluang untuk membantu mereka yang membutuhkan, jadilah perpanjangan tangan Tuhan, dan biarkan hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang. (OSA) RENUNGAN: Tuhan MEMBERKATI kita BUKAN untuk kita nikmati sendiri, tetapi supaya kita bisa menjadi GARAM dan TERANG bagi sekitar kita. APLIKASI 1. Berkat apa yang Anda rindu terima tahun ini? 2. Apa yang akan Anda lakukan ketika menerima berkat dari Tuhan? 3. Bagaimana cara Anda membagikan berkat tersebut? DOA UNTUK HARI INI “Bapa, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau berikan kepada kami. Kami mau jadi berkat untuk orang-orang di sekitar kami, baik dalam hal materi, waktu, maupun perhatian. Mampukan kami untuk bisa menjadi berkat dalam setiap kesempatan yang ada. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:18-40

Baca Artikel