IMAN YANG TEGUH
RHEMA HARI INI
Mazmur 125:1 Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.
Mazmur 125 merupakan sebuah lagu yang dinyanyikan saat umat Israel melakukan ziarah ke Yerusalem. Kita bisa membayangkan bagaimana besarnya hati para peziarah yang berjalan sambil bernyanyi dan melihat ke arah gunung Sion yang kuat dan kokoh. Gunung Sion terkenal sebagai gunung pilihan Allah, tempat kudus Allah, serta sebagai kota benteng. Nyanyian ini menjadi sumber kekuatan, sekaligus pengajaran bagi bangsa Israel, bahwa orang beriman tidak akan tergoncangkan dan tetap tinggal untuk seterusnya.
Hari ini mungkin ada di antara kita yang sedang digoncang badai kehidupan. Tuhan mau kita belajar percaya, bahwa nama Yesuslah yang akan terus ada dan berkuasa sampai selama-lamanya. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir. Pencipta langit dan bumi. Tidak ada kuasa mana pun yang dapat mengatasi-Nya. Janji-Nya tetap untuk selama-lamanya. Terbukti sampai sekarang setiap orang yang percaya dan berharap sepenuhnya kepada nama Yesus, tidak akan dikecewakan.
Karena itu, tidak ada lagi alasan untuk takut dan gentar. Sebab Tuhan ada bersama-sama dengan kita. Setiap goncangan yang terjadi adalah atas seijin-Nya dan dibawah kendali-Nya. Justru goncangan akan menjadi sarana untuk terus meningkatkan diri kita dan memiliki pengalaman rohani bersama Tuhan. Sehingga pada akhirnya kita akan keluar sebagai pemenang bila iman kita tetap tidak tergoncangkan. (NFS)
RENUNGAN:
Saat DIGONCANG badai kehidupan, biarlah imanmu tidak TERGONCANG.
APLIKASI
1. Badai kehidupan apa yang sedang mengoncang Anda saat ini?
2. Bagaimana Anda meresponi badai yang menggoncang Anda?
3. Langkah apa saja yang Anda ambil untuk memiliki iman yang tak tergoncangkan?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terangi hati kami untuk dapat mengerti dan percaya, bahwa perlindungan-Mu senantiasa ada di sekeliling kami. Biarlah iman kami bertambah kuat dan teguh, sebab kami melihat penyertaan-Mu dalam setiap badai di hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Hakim-hakim 9-10; Lukas 5:17-39
GONCANGAN ADALAH NORMAL
RHEMA HARI INI
Mazmur 62:3a Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
Ibu Lina sangat setia menemani suaminya yang sedang menjalani Hemodialisis selama kurang lebih 8 tahun. Ketika suaminya sedang menjalani HD di rumah sakit, ia melayani keluarga pasien HD lainnya. Mereka yang sudah putus asa dengan keadaan keluarganya yang harus menjalani cuci darah bertahun-tahun, sangat diberkati dengan kehadiran Ibu Lina. Dimasa awal suaminya menjalani HD, keadaan Ibu Lina sangat jauh berbeda. Ia sangat tergoncang, membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya, anak-anaknya dan perusahaannya, jika sesuatu yang buruk terjadi pada suaminya. Dalam kegundahannya, Ibu Lina datang pada Tuhan dan berserah pada kehendak dan kasih karunia-Nya. Hatinya terasa tenang dan bisa menerima apa yang Tuhan rancangkan bagi keluarganya. Bahkan ia terpanggil untuk melayani keluarga pasien HD yang ditemuinya di Rumah Sakit.
Hidup tidak selamanya tenang, adakalanya kesulitan datang dan menggoncang kehidupan kita. Ayat rhema kita hari ini mengingatkan bahwa kedekatan kita dengan Allah sajalah yang bisa memberi kita ketenangan. Kita tidak perlu takut karena goncangan adalah sesuatu yang normal dalam kehidupan semua orang. Tuhan pun sudah memperlengkapi kita sedemikian rupa, sehingga kita bisa melewati semua goncangan.
Karena itu, jagalah kedekatan kita dengan Tuhan. Serahkan semua beban kita di bawah kaki Tuhan, dan Dia akan memberikan kelegaan bagi kita. Ketika hati kita lapang, maka kita akan bisa menerima dan mengatasi goncangan sebagai bagian dari kehidupan kita sebagai manusia. (AM)
RENUNGAN:
GONCANGAN adalah NORMAL dalam kehidupan semua orang, jangan takut.
APLIKASI
1. Bagaimana Mazmur 62:3a memberikan penghiburan dan ketenangan bagi Anda?
2. Goncangan apa yang saat ini sedang Anda kuatirkan?
3. Apa yang berubah dari Anda setelah menyadari bahwa goncangan adalah sesuatu yang normal?
DOA UNTUK HARI INI
“Terima kasih Tuhan untuk janji-Mu kepada kami bahwa hanya dekat pada-Mu saja kami boleh merasa tenang. Kami percaya akan sanggup menghadapi setiap goncangan bersama dengan Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16
MENJAGA KEKUDUSAN TANGAN KITA
RHEMA HARI INI
Ayub 16: 17 sungguhpun tidak ada kelaliman pada tanganku, dan doaku bersih.
Toshiba merupakan salah satu merek barang elektronik yang sudah dikenal luas di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 1875, perusahaan ini telah memproduksi berbagai produk, mulai dari televisi, komputer, laptop, hingga speaker. Produk-produk Toshiba tidak hanya mengisi rumah, tetapi juga sekolah dan perkantoran. Dengan berbagai inovasi, Toshiba tumbuh menjadi konglomerat yang memainkan peran penting dalam industri semikonduktor dan tenaga nuklir. Namun, perjalanan Toshiba tidak selalu mulus. Pada tahun 2008, perusahaan ini terpuruk akibat krisis keuangan global. Alih-alih mengatasi masalah, pihak manajemen termasuk CEO saat itu, memilih untuk menutupi kerugian dengan memanipulasi laporan keuangan, yang pada akhirnya terungkap di tahun 2015.
Toshiba mengakui telah memalsukan data dengan melebih-lebihkan laba operasional hingga lebih dari 1 miliar dolar AS, jauh melampaui angka sebenarnya. Akibatnya, perusahaan ini harus membayar denda sebesar 7,37 miliar Yen, yang merupakan denda terbesar dalam sejarah Jepang. Investigasi lebih lanjut pada tahun 2021, mengungkapkan adanya kolusi dengan Kementerian Perdagangan Jepang, yang memandang Toshiba sebagai aset strategis untuk menekan kepentingan investor asing. Rangkaian skandal ini berujung pada kebangkrutan Toshiba.
Cerita kebangkrutan Toshiba di atas, mengingatkan kita untuk senantiasa menggunakan tangan kita dengan benar. Seperti Ayub yang tidak pernah mengotori tangannya dengan kelaliman, sehingga Tuhan berkenan atas hidupnya, bahkan memberkati Ayub dengan kekayaan dua kali lipat lebih daripada sebelumnya. Demikian pula dengan kita, mari kita senantiasa menjaga perbuatan tangan kita, sehingga pengurapan Tuhan akan terus mengalir dalam kehidupan kita. (OSA)
RENUNGAN:
Jaga tangan kita tetap BERSIH di hadapan Tuhan sehingga URAPAN Tuhan terus MENGALIR.
APLIKASI
1. Mengapa Anda harus menjaga kekudusan tangan Anda?
2. Apa tantangan yang Anda hadapi dalam menjaga kekudusan tangan Anda?
3. Apa saja yang Anda lakukan untuk menjaga tangan Anda agar tetap bersih di hadapan Tuhan ?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ajar kami untuk senantiasa menggunakan tangan kami dengan baik. Mampukan kami untuk menjaga tangan kami tetap bersih di hadapan-Mu, sehingga urapan-Mu boleh terus mengalir dalam hidup kami. Di dalam Nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Hakim- Hakim 4-6; Lukas 4:31-44
BERANI MENDOAKAN ORANG DENGAN TANGAN KITA
RHEMA HARI INI
Yakobus 5: 16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Anak-anak, lansia, fakir miskin, wanita hamil, dan penyandang disabilitas adalah kelompok yang termasuk dalam kaum rentan. Mereka adalah orang-orang yang memerlukan perlakuan dan perlindungan khusus. Jay, seorang pekerja yang sering berinteraksi dengan kaum rentan, menemukan bahwa banyak masalah yang dihadapi oleh mereka. Tidak sedikit dari mereka yang datang dan mengeluhkan kesulitan yang mereka alami kepada Jay.
Dalam hati kecilnya, Jay ingin mendoakan mereka, tetapi ia ragu akan penolakan yang mungkin muncul karena perbedaan keyakinan. Dengan penuh harapan, Jay bertanya kepada Tuhan tentang apa yang bisa ia lakukan untuk membantu mereka. Tuhan menjawabnya melalui sesi Unlimited Conference yang dipimpin oleh Rev. Tamryn Klinworth pada bulan September lalu. Jay diingatkan bahwa ia harus mulai melangkah dan berani mendoakan orang lain, karena tangan Tuhan akan membantunya.
Ya, kita adalah perpanjangan tangan Tuhan di muka bumi ini. Tuhan memberikan kuasa pada tangan kita ketika kita berani berdoa bagi orang lain. Benarlah yang dikatakan Yakobus, “doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”. Oleh karena itu, marilah kita mulai memiliki keberanian untuk mendoakan orang lain. Ketika kita menggunakan tangan kita untuk mendoakan orang lain, Tuhan akan mencurahkan kuasa pada tangan kita untuk memberkati, menyembuhkan dan memulihkan mereka. (LEW)
RENUNGAN:
Ambil langkah untuk BERANI MENDOAKAN orang lain dengan TANGAN kita.
APLIKASI
1. Apakah yang menjadi penghalang Anda dalam mendoakan orang lain?
2. Mengapa Anda harus berani mendoakan orang lain?
3. Bagaimana agar Anda memiliki keberanian mendoakan orang lain dengan tangan Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk tangan yang Kau berkati ini. Berilah kami keberanian untuk mendoakan orang lain dengan tangan kami. Kami percaya ada kuasa yang Engkau berikan kepada setiap kami yang percaya kepada-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Hakim-hakim 1-3; Lukas 4 :1-30
MILIKI STAMINA DOA YANG KUAT
RHEMA HARI INI
Keluaran 17: 11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
Berlatih adalah sesuatu yang wajib dilakukam oleh seorang atlet agar otot-ototnya kuat, terlatih dan siap untuk mengikuti pertandingan. Tekun dan kosisten adalah rahasia stamina seorang atlet. Begitupun kita perlu melatih otot rohani kita melalui doa. Saat tangan kita terlatih untuk berdoa, maka tangan kita juga akan menjadi tangan yang diurapi Tuhan.
Kitab Keluaran 17:11 mengajarkan bahwa doa dan stamina dalam berdoa sangat berpengaruh terhadap kemenangan kita. Banyak orang menganggap bahwa berdoa adalah pekerjaan paling berat dan melelahkan. Terkadang keinginan untuk berdoa ada, tetapi tubuh lemah. Tangan Musa yang diangkat, pada satu waktu juga bisa lelah; tetapi ada Harun dan Hur yang menopang kedua tangan Musa agar tetap terangkat ke atas sampai matahari terbenam dan Amalek dikalahkan.
Dalam hidup kita sebagai orang percaya, doa bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan kekuatan yang membentuk dan membangkitkan semangat rohani kita. Seperti halnya Musa yang membutuhkan dukungan Harun dan Hur untuk menjaga tangannya tetap terangkat, kita pun perlu dukungan dari sesama untuk memperkuat stamina dalam berdoa, seperti komunitas kelompok sel. Ketika kita tergabung dalam kelompok sel dan saling menguatkan, kita dapat melewati tantangan hidup dengan lebih baik. Mari kita latih dan ajari tangan kita untuk tidak mudah menyerah dan tidak mudah lelah dalam berdoa. Tetaplah kuat dan persisten dalam berdoa. Percayalah bahwa Tuhan bekerja di balik setiap doa yang kita naikkan kepada-Nya. (BDL)
RENUNGAN
LATIH dan AJARI TANGAN kita untuk BERDOA supaya STAMINA DOA kita KUAT.
APLIKASI
1. Seberapa sering Anda bergantung pada kekuatan sendiri daripada mengandalkan Tuhan melalui doa?
2. Bagaimana kehidupan doa Anda selama ini? Apa yang akan Anda lakukan untuk melatih tangan Anda untuk berdoa?
3. Ketika doa-doa Anda belum dijawab, bagaimana sikap hati Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajar kami untuk terus bertekun dalam doa, meskipun kami menghadapi godaan dan rasa lelah. Berikan kami kekuatan dan keteguhan hati, sehingga kami dapat mengangkat tangan kami dalam doa dan terus bersandar kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yosua 22-24; Lukas 3
MEMBANGUN KONEKSI DENGAN ROH KUDUS
RHEMA HARI INI
Roma 8: 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Gepeto adalah pengukir kayu yang hidup sendiri dan merindukan seorang anak laki-laki untuk menemaninya. Ia lalu mengukir dan membuat boneka anak laki-laki yang diberi nama Pinokio, dan berandai-andai kalau bonekanya itu bisa hidup. Keinginan itu didengar oleh seorang peri yang dengan kekuatannya lantas menghidupkan boneka itu. Peri itu berpesan, akan ada seekor jangkrik yang menemani dan menasihatinya setiap saat. Pinokio akan menjadi anak manusia kalau mau berbakti dan berbuat baik, sebaliknya hidung Pinokio akan bertambah panjang setiap kali berbohong. Alih-alih menjadi anak baik, Pinokio setiap hari hanya bersenang-senang dan berbuat nakal. Ia selalu mengabaikan nasehat Jimmy jangkrik, dan hidungnya semakin bertambah panjang karena sering berbohong.
Sampai suatu hari Pinokio mengalami masalah besar dan terpisah dari Gepeto. Pinokio sangat menyesal dan berjanji akan menuruti nasehat Jimmy. Pertobatan Pinokio membawanya kembali kepada Gepeto, sang penciptanya. Sejak itu ia menjadi anak yang berbakti. Dengan tangannya ia merawat Gepeto ketika sakit dan melakukan banyak hal untuk membantu Gepeto. Akhirnya Pinokio menjadi anak manusia seutuhnya dan hidup bahagia dengan ayahnya, Gepeto.
Seperti Gepeto yang merindukan hubungan yang baik dengan Pinokio, demikian juga kita perlu merindukan hubungan yang erat dengan Roh Kudus. Ketika Pinokio bertobat dan kembali kepada ayahnya, hubungan yang dipulihkan ini membawa perubahan besar dalam hidupnya. Begitu pula, saat kita membangun koneksi yang intim dengan Roh Kudus, tangan kita akan diurapi untuk mengerjakan mujizat dan perkara supranatural dalam hidup kita. Dalam kelemahan kita, Roh Kudus hadir untuk menolong, seperti yang ditegaskan dalam rhema hari ini. Dengan demikian, hidup kita akan dipenuhi dengan kuasa-Nya dan pelayanan kita menjadi berkat yang membawa banyak orang kepada Tuhan. (CG)
RENUNGAN:
Tangan kita akan DIURAPI ketika kita MEMBANGUN KONEKSI dengan ROH KUDUS.
APLIKASI
1. Mengapa penting bagi Anda untuk membangun koneksi dengan Roh Kudus?
2. Bagaimana cara Anda untuk dapat membangun koneksi yang erat dengan Roh Kudus?
3. Dampak apa yang Anda rasakan dalam kehidupan, pekerjaan dan pelayanan Anda ketika Anda terkoneksi dengan Roh Kudus?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami mengucap syukur atas Roh Kudus-Mu yang senantiasa membimbing dan menolong kami. Kami mau membangun koneksi yang lebih dekat lagi dengan Roh-Mu yang Kudus. Biarlah tangan kami menjadi berkat, sebab ada Kuasa-Mu yang menyertai. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yosua 19-21; Lukas 2:25-52
Categories
Latest Posts