MENDENGAR NASIHAT ORANGTUA DAN MEMASUKKANNYA DALAM HATI

RHEMA HARI INI

Amsal 4:3-4 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku: “Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup

Kehadiran Ello di tahun pertama pernikahan orangtuanya, disambut dengan sukacita dan kegembiraan seluruh keluarga. Terlebih lagi Ello adalah cucu pertama yang lahir di keluarga besar ayahnya. Kedua orangtua Ello sangat mengasihinya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Ello. Mereka mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang sesuai dengan Firman Tuhan supaya Ello kelak tumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan dan selalu mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Hati mereka sangat bersukacita jika mendapati Ello mendengarkan setiap nasehat yang mereka berikan, memasukkan dalam hati dan juga melakukannya.

Seorang anak yang mau dididik bukan hanya mendengarkan, tetapi juga sungguh-sungguh memasukkannya dalam hati. Anak yang demikian akan membahagiakan orang tuanya. Kita bisa saja mendengarkan ketika orangtua kita mengajar dan mendidik kita, tetapi adakalanya pikiran kita melayang entah kemana. Yang demikian ini, pasti akan segera melupakan didikan orangtuanya. Sebaliknya jika kita mendengarkan, baik dengan telinga dan juga dengan pikiran yang terfokus, maka segala nasehat dan didikan orangtua akan sungguh-sungguh masuk dalam hati kita.

Jika sebagai anak kita memasukkan nasehat dan didikan dalam hati, orangtua kita akan sangat bersukacita dan tenteram hatinya. Sebab mereka tahu, saat kita membutuhkan atau dalam kesulitan, nasehat, didikan dan ajaran yang telah mereka berikan, akan muncul menjadi jalan keluar bagi kita. Meskipun didikan terkadang tidak enak, tetapi sebagai anak, terimalah didikan orangtua dengan rasa syukur. Karena saat orangtua mendidik kita, yang mereka inginkan adalah kita bisa hidup sukses dan bahagia. Anak yang mau dididik bukan saja menyukakan hati orangtua, tetapi juga menyukakan hati Tuhan. Berkat Tuhan akan tercurah secara luar biasa dalam hidup kita dan membuat segala sesuatu menjadi baik di kehidupan kita. (LEW)

RENUNGAN

Anak yang mau dididik BUKAN HANYA MENDENGARKAN nasihat dan ajaran orangtuanya, tetapi juga sungguh-sungguh MEMASUKKANNYA DALAM HATI.

APLIKASI

1. Menurut Anda, bagaimanakah anak yang mau dididik oleh orangtuanya?
2. Bagaimanakah sikap Anda sebagai anak, dalam menerima nasehat dan ajaran dari orangtua Anda?
3. Apa perbedaan yang Anda dapati ketika Anda hanya mendengarkan dengan ketika Anda sungguh-sungguh memasukkannya dalam hati?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, jadikanlah kami anak-anak yang mau dididik. Anak-anak yang bukan hanya mendengar nasihat saja tetapi juga memasukkannya dalam hati kami. Kami percaya Engkau yang akan mampukan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami sudah berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

ANAK YANG MEMBERI KETENTRAMAN DAN SUKACITA BAGI ORANGTUA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 12-14
2 Timotius 1

RHEMA HARI INI
Amsal 29:17 didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.

Setiap kita pasti senang jika perkataan kita didengarkan dan diperhatikan, terlebih lagi jika dilakukan. Hal ini membuat kita merasa dihargai dan maksud baik kita diterima dengan hati terbuka. Tak berbeda halnya dengan orangtua yang tentunya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dengan tujuan itulah, kita memberikan arahan, pengajaran, nasihat, dan membagikan pengalaman. Itu semua supaya anak-anak kita menjadi lebih bijaksana, tidak salah melangkah, dan beroleh hidup yang sukses dan bahagia, baik di bumi maupun di sorga.

Namun tidak semua anak dapat memahami hal tersebut dan mau mendengarkan nasihat orangtua. Hal inilah yang terkadang membuat orangtua merasa jengkel. Banyak orangtua merasa bahwa anak zaman sekarang banyak yang merasa lebih pintar dan lebih tahu dari orangtuanya, sehingga mereka bersikap tidak hormat bahkan membantah ketika diberi nasihat serta didikan oleh orangtuanya. Sikap anak yang seperti itulah yang terkadang membuat sedih hati para orangtua. Sebaliknya, anak yang mau dididik, akan memberikan ketentraman dan sukacita di hati orang tuanya. Mereka mau memberikan telinganya bagi pengajaran orangtuanya dan sungguh-sungguh memasukkannya dalam hati. Anak yang demikian akan sangat membahagiakan hati orangtuanya.

Sebagai anak, sekalipun kita mungkin menganggap orangtua kita bawel, suka mengulang-ulang nasihat yang sama, tetaplah memberi perhatian. Bisa jadi orangtua melihat bahwa kita belum sungguh-sungguh melakukannya sehingga mereka mengulang lagi didikan yang sama. Kalaupun tidak demikian halnya, kita merasa sudah mengerti dan melaksanakannya, apa salahnya jika kita tetap memperhatikan dan membuat hati orangtua kita bahagia? Ingatlah, bukan saja orangtua kita yang beroleh sukacita, tetapi hati Tuhan pun disukakan jika kita menghormati orangtua. Akan ada berkat yang berbeda, yang Tuhan curahkan dengan melimpah di sepanjang hidup kita, jika kita mau menerima didikan orangtua. (PF)

RENUNGAN
ANAK YANG MAU DIDIDIK adalah anak yang akan MEMBERIKAN KETENTRAMAN dan SUKACITA di hati orangtuanya.

APLIKASI
1. Menurut Anda, apakah Anda sudah menjadi seorang anak yang mau menerima didikan orangtua?
2. Menurut Anda, apa yang membuat Anda terkadang sulit untuk menerima didikan dari orangtua?
3. Bagaimana Anda akan mengubah sikap hati dan cara berpikir Anda, supaya Anda bisa memberikan ketentraman dan sukacita di hati orangtua Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampuni kami jika kami selama ini kurang menghargai didikan orangtua kami. Ampuni jika kami membuat hati mereka sedih dan jengkel. Jamah dan bukalah hati kami Tuhan, agar kami dapat menerima didikan orangtua kami dengan sepenuh hati. Kami percaya, mereka adalah wakil-Mu untuk membimbing dan mengajar kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

MEMILIH PASANGAN HIDUP YANG TEPAT MENENTUKAN KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN KELUARGA

RHEMA HARI INI

2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Di dalam kitab Kejadian dikisahkan bahwa Ishak dipertemukan dengan Ribka istrinya, dengan cara yang unik. Suatu ketika Abraham mengutus Eliezer, pelayan kepercayaannya, mencarikan jodoh untuk anaknya, Ishak. Tentu saja perintah Abraham ini menuntut tanggung jawab yang begitu besar. Hasil yang didapat Eliezer bisa menjadi penentu masa depan Ishak. Jika nanti Eliezer mendapatkan wanita yang tepat maka kehidupan keluarga Ishak akan menjadi baik. Sebaliknya, jika Eliezer salah menentukan, maka kehidupan Ishak pun bisa menjadi tidak baik.

Sesuai perintah Abraham, Eliezer kemudian berangkat menuju ke Aram-Mesopotamia. Sesampainya di sana dilihatnya ada beberapa perempuan yang datang untuk menimba air. Eliezer kemudian berdoa untuk meminta kemurahan dan petunjuk Tuhan. Ternyata doa Eliezer dikenan Tuhan. Eliezer ditunjukkan bahwa Ribka adalah orang yang akan menjadi istri Ishak. Akhirnya, Eliezer berhasil membawa Ribka untuk bertemu dengan Ishak. Ribka pun kemudian menjadi isteri yang sangat dicintai Ishak.

Kisah Ishak dan Ribka adalah sebuah kisah yang sangat indah. Bagaimana Ribka yang taat pada tuntunan Tuhan dan Ishak yang taat pada bapanya, pada akhirnya membuat mereka menjadi pasangan yang dipertemukan Tuhan dalam sebuah pernikahan. Ya, kesuksesan dan kebahagiaan keluarga sangat ditentukan dari kesuksesan dalam memilih pasangan hidup. Hari ini mungkin sudah sangat jarang orangtua menjodohkan anaknya, tetapi kita perlu memikirkannya dengan matang-matang dan mendoakannya dengan sungguh-sungguh sebelum memilih pasangan hidup. Keputusan yang salah bukan hanya akan mengakibatkan orang tua berduka tetapi diri sendiripun akan mengalami penyesalan seumur hidup. Bila perlu, kita bisa melibatkan orang tua jasmani dan rohani kita. Masukan-masukan mereka akan membantu kita melihat sesuatu yang mungkin tidak bisa kita lihat, sehingga kita dapat menentukan apakah pasangan hidup yang akan kita pilih sudah sesuai dengan kehendak Tuhan.

RENUNGAN

Keluarga yang SUKSES dan BAHAGIA sangat ditentukan dari kesuksesan dalam MEMILIH PASANGAN HIDUP.

APLIKASI

1. Setujukah Anda bahwa keluarga yang sukses dan bahagia sangat ditentukan dari kesuksesan memilih pasangan hidup? Mengapa demikian?
2. Apa yang seharusnya Anda lakukan sebelum memilih pasangan hidup Anda?
3. Apa saja kebaikan yang Anda temukan dengan melibatkan orangtua dalam memilih pasangan hidup?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas pengajaran-Mu pada hari ini. Kami percaya, Engkau telah menyediakan pasangan hidup yang sepadan bagi kami anak-anakMu. Berilah kami hikmat dan kebijaksanaan untuk dapat memilih pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

MENGELOLA DENGAN BIJAK DAN MENGEMBANGKAN APA YANG TELAH TUHAN PERCAYAKAN

RHEMA HARI INI

Amsal 10:1 Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.

Adalah sebuah hal yang biasa terjadi, namun bukan berarti sebuah kepastian, bahwa seorang anak yang mendapat warisan usaha dari orangtuanya, tidak akan sesukses orang tuanya. Sebab apa yang diperoleh dengan mudah dan tanpa perjuangan, membuat anak itu kurang ulet dan gigih dalam mengelolanya. Kita mungkin pernah mendengar bahwa di tangan keturunan yang kesekian, bisnis keluarga mengalami kemerosotan besar bahkan kebangkrutan. Meski demikian, tidak sedikit pula yang justru semakin sukses dan besar di tangan anak-anaknya. Dengan ilmu yang mereka miliki dan kemajuan dunia internet, anak-anak bisa semakin mengembangkan bisnis keluarga menjadi semakin besar bahkan mendunia.

Dalam Alkitab ada disebutkan kisah tentang si anak bungsu yang menghamburkan harta ayahnya dengan sangat tidak bijak. Seharusnya dengan harta sebanyak itu, bisa digunakan untuk modal kerja, investasi atau membuka sebuah usaha. Namun akhirnya uang itu habis begitu saja. Bisa kita banyangkan jika kita ada di posisi sang ayah, tentu kita akan kecewa dan berduka. Susah payah kita mengumpulkan harta dengan tujuan agar bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi anak kita, ternyata di buang dengan sia-sia.

Sebagai anak, mari kita gunakan uang dengan bijaksana. Baik itu uang yang kita peroleh dari jerih payah sendiri atau terlebih lagi uang pemberian orang tua kita. Justru ada tanggung jawab yang lebih besar jika itu adalah sebuah pemberian yang dipercayakan kepada kita. Jangan sampai kita menyia-nyiakannya untuk sesuatu yang tidak berguna. Ingatlah pesan firman Tuhan bahwa anak yang bijak membawa sukacita bagi orangtuanya, sebaliknya anak yang bebal mendatangkan dukacita bagi keluarga. Seperti seorang hamba yang baik, sebagai anak kita juga harus bisa mengelola bahkan mengembangkan keuangan, pekerjaan, talenta atau apapun yang sudah Tuhan percayakan kepada kita.

RENUNGAN

Anak yang BIJAK akan MENGELOLA dan MENGEMBANGKAN apa yang dipercayakan TUHAN.

APLIKASI

1. Bagaimana sebagai anak yang bijak Anda mengelola dan mengembangkan apa yang telah Tuhan percayakan pada Anda?
2. Sudahkah Anda merasa puas dengan apa yang telah Anda lakukan? Mengapa demikian?
3. Apa komitmen Anda untuk bisa lebih baik lagi dalam mengelola dan mengembangkan apa telah yang dipercayakan Tuhan pada Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, terima kasih atas semua yang telah Kau percayakan pada kami. Ajarkan kami untuk dapat mengelola dan mengembangkannya dengan hikmat dan pengurapan ilahi. Supaya nama-Mu semakin dipermuliakan melalui hidup kami. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

KEPUTUSAN YANG BIJAKSANA MENDATANGKAN KEHIDUPAN (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 9-11
1 Timotius 6

RHEMA HARI INI
Amsal 23:19 Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.

Setelah suaminya meninggal, sebenarnya Rut boleh memilih meninggalkan mertuanya, Naomi, dan kembali kepada keluarganya sendiri. Bahkan Naomi sendiri sudah merelakannya. Namun Rut memutuskan untuk tetap berbakti kepada mertuanya. Keputusan Rut membawanya kepada kehidupan yang tidak mudah. Ia terpaksa menjadi seorang pemungut jelai, yaitu memunguti sisa-sisa gandum yang terjatuh atau sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya. Rut rela melakukannya bukan hanya untuk menyambung kehidupan mereka, tetapi untuk menunjukkan baktinya kepada mertuanya. Tidak sekali pun dicatat di Alkitab bahwa ia menyesali pilihannya. Tidaklah heran Tuhan berkenan kepadanya, bahkan karena ketaatannya mengikuti petunjuk mertuanya, Rut dibawa kepada masa depan yang baru dan hidupnya diangkat oleh Tuhan. Apa yang tidak pernah terpikirkan dan tidak pernah timbul dalam hatinya, itu yang diterimanya. Seorang tuan tanah yang kaya raya, Boas, mengambilnya sebagai istri dan namanya masuk dalam silsilah kelahiran Tuhan Yesus. Sungguh luar biasa!

Lihat juga Daud. Bagaimana ia memutuskan untuk tidak mengusik Saul, dalam hal ini tidak membunuh Saul, karena Daud tahu Saul adalah otoritas yang Tuhan tempatkan di atasnya. Bahkan Daud memanggil Saul dengan sebutan ‘ayah’ (1 Sam. 24:12). Hal itu menunjukkan kebijakan hatinya dengan membuat keputusan yang benar. Walaupun secara manusia, dengan melepaskan Saul artinya Daud justru semakin ada dalam bahaya. Namun karena keputusannya itulah, Tuhan sendiri bangkit menjadi Pembela dan memberinya kemenangan demi kemenangan.

Bukanlah suatu kesalahan, jika kita sebagai anak memilih untuk tetap menghormati dan menaati orangtua kita di atas semua pilihan yang kita ambil dalam hidup kita. Sekalipun hal itu bertentangan dengan pemikiran kita dan sepertinya membuat kita berada di posisi yang sulit. Namun percayalah, jika kita mau taat kepada perintah Tuhan yang satu ini, maka berkat, kemenangan, dan pembelaan Tuhan akan dinyatakan dalam hidup kita. Haleluya!

RENUNGAN
ANAK YANG BIJAK adalah anak yang bisa BERPIKIR serta MENGAMBIL KEPUTUSAN yang BAIK dan TEPAT.

APLIKASI
1. Hal apakah yang selama ini menjadi pertimbangan Anda dalam mengambil keputusan? Sejauh manakah Anda mengizinkan orangtua Anda terlibat?
2. Kendala apakah yang Anda sering temui ketika Anda memutuskan untuk menaati orangtua Anda?
3. Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk semakin menjadi anak yang taat dengan tetap menghormati orangtua Anda dan menjadi berkat bagi mereka? Tuliskan!

DOA UNTUK HARI INI
“Roh Kudus, terima kasih atas keluarga di mana Engkau tempatkan kami untuk kami bertumbuh selama ini. Jadikan kami anak-anak yang bijaksana, ya Tuhan, supaya kami bisa terus berpegang kepada-Mu saat kami mengambil keputusan dalam segala hal. Karena kami rindu menjadi berkat bagi setiap orang yang Kau tempatkan di dalam keluarga kami melalui keputusan-keputusan kami, terlebih lagi untuk menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

HIDUP DALAM TUHAN DENGAN SEGENAP HATI

RHEMA HARI INI

Ulangan 26:16 “Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.

Hizkia, anak dari raja Ahas, memerintah Yehuda menggantikan ayahnya di usia yang masih relatif muda, yaitu 25 tahun (2 Raja-raja 18:1-3). Saat itu kerajaan Yehuda hidup dalam kegelapan. Ayah Hizkia, raja Ahas hidup jauh dari Tuhan. Ia menyebabkan rakyat Yehuda berdosa kepada Tuhan dengan menyembah allah yang lain. Tetapi Hizkia melakukan apa yang benar dimata Tuhan. Ia berpaut pada Tuhan dan tidak menyimpang dari apa yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa. Hizkia melakukan tepat seperti yang di firmankan-Nya.

Oleh karena itulah Tuhan begitu berkenan kepada Hizkia. Dia meluputkan kerajaan Yehuda dari serangan bangsa Asyur yang berniat untuk merebut Yerusalem. Juga karena Hizkia telah dengan segenap hati hidup di dalam Tuhan, Dia menyembuhkan Hizkia yang sedang sakit dan hampir mati. Bahkan Tuhan memperpanjang umur Hizkia selama 15 tahun dan menganugerahkan kedamaian dan keamanan seumur hidup Hizkia.

Dari raja Hizkia kita dapat belajar, bagaimana dengan tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, melainkan hidup tepat mengikuti petunjuk firman Tuhan, mendatangkan berkat dan anugerah Tuhan yang begitu besar atas dirinya. Tuhan Yesus sendiri pernah berkata bahwa Dialah jalan, kebenaran dan hidup.
Berarti hidup dalam kebenaran, artinya hidup di dalam Tuhan dengan segenap hati. Saat kita hidup dalam Tuhan, tidak menyimpang dari firman Tuhan, menjauhi dosa, setia melayani Tuhan dan hidup sebagai orang yang takut akan Tuhan, maka hal ini bukan saja mendatangkan perkenanan Tuhan namun juga membawa sukacita besar untuk keluarga dan orangtua kita. AMIN.

RENUNGAN:

HIDUP DALAM KEBENARAN berarti HIDUP DALAM TUHAN DENGAN SEGENAP HATI.

APLIKASI:

1. Bagaimanakah yang di sebut hidup dalam Tuhan dengan segenap hati?
2. Apakah Anda dan keluarga Anda saat ini, telah hidup dalam kebenaran? Jika belum apa penyebabnya?
3. Apa yang akan Anda lakukan agar Anda dan keluarga Anda bisa hidup dalam kebenaran?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasihMu di tengah-tengah keluarga kami. Tuhan Yesus kami mau agar Engkau menjamah keluarga kami dengan kebenaranMu agar keluarga kami dipulihkan dan berkenan bagi kemuliaan namaMu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

JADILAH ANAK YANG HIDUP DALAM KEBENARAN

RHEMA HARI INI

3 Yohanes 1:4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.

Dalam dunia hiburan, nama besar terkadang membuat seseorang tanpa rasa bersalah melakukan hal-hal yang kurang bertanggung jawab dan menyulitkan orang lain. Menganggap ketenaran sebagai jaminan yang sangat menguntungkan, mereka merasa harus dimaklumi dan dituruti dalam segala hal. Berbeda dengan Agnez Mo, seorang penyanyi wanita yang namanya terkenal sampai ke manca negara. Nama besar tidak lantas membuatnya bersikap kurang profesional. Meskipun sedang tidak enak badan dan suaranya habis, namun Agnez tetap naik panggung sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuatnya. Kualitas vokalnya tetap mengundang decakan kagum, sehingga meskipun membatasi gerakan tarian karena kondisinya yang sedang kurang sehat, secara keseluruhan penampilan Agnez tetap memukau seperti biasanya.

Ketika ditanya mengapa dirinya masih mau tampil diatas panggung dengan kondisi demikian, Agnez menjawab bahwa dirinya adalah seorang Kristen yang sudah seharusnya bisa dipercaya. Agnez sangat menyadari bahwa dunia tarik suara adalah panggilan hidup dan telenta yang Tuhan berikan. Selama masih memungkinkan, ia akan tetap menjalankan kewajibannya dan tidak membatalkan perjanjian secara sepihak, sehingga merugikan pihak yang lainnya.

Hidup dalam kebenaran bukan berarti kita hanya berdoa, beribadah dan aktif dalam pelayanan. Tetapi hidup dengan benar dalam setiap aspek kehidupan kita. Baik dalam dunia pekerjaan kita, sekolah, hubungan dengan sesama dan dalam semua aktifitas yang kita lakukan sehari-hari. Menghidupi firman Tuhan dan melakukannya dalam seluruh kegiatan yang kita lakukan, akan membuat hidup kita dibimbing Roh Kudus ke jalan-jalan kebenaran. Akan lebih baik lagi jika kita mengerti panggilan Tuhan atas hidup kita, sebagai anak misalnya. Kita wajib menghormati, mendengar dan memasukkan dalam hati setiap didikan orang tua kita. Hidup dalam kebenaran seperti ini akan mendatangkan sukacita besar dalam hati orang tua kita. Dan kebahagiaan orang tua akan mendatangkan berkat dan pelindungan ilahi dalam hidup kita anak-anaknya. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN

HIDUP DALAM KEBENARAN akan MENDATANGKAN SUKACITA dalam hati orangtua kita.

APLIKASI

1. Menurut Anda, bagaimanakah yang disebut hidup dalam kebenaran itu?
2. Apa standar yang Anda pakai sebagai kebenaran dan sudahkah Anda hidup di dalamnya?
3. Bagaimana cara Anda untuk senantiasa menjaga hidup dalam kebenaran?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, ajarlah kami untuk senantiasa hidup dalam kebenaran. Menghidupi firman-Mu dan melaksanakannya dalam kehidupan kami sehari-hari. Kami percaya saat kami hidup dalam kebenaran, kami akan mendatangkan sukacita bagi orangtua kami. Terimakasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

MENJADI ANAK YANG MEMBAWA SUKACITA BESAR (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 6-8
1 Timotius 5

RHEMA HARI INI
Amsal 23:24 Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.

Berapa banyak dari kita yang memiliki kerinduan menjadi orang yang sukses dan berhasil, sehingga bisa membuat orangtua kita bangga? Berapa banyak dari kita yang memiliki kerinduan untuk bisa mengajak orangtua kita jalan-jalan bahkan sampai ke luar negeri, dan bisa memberikan barang-barang mewah untuk mereka? Tidak ada yang salah dengan kerinduan seperti itu, tetapi apakah hal-hal tersebut menjamin kebahagiaan dan sukacita orangtua kita? Karena pada dasarnya, yang menjadi kerinduan dan harapan terbesar orangtua atas anak-anaknya adalah waktu dan kepribadian kita.

Sering kali, karena kita terlalu fokus mengejar kesuksesan, kita mengabaikan waktu bersama orangtua. Bahkan, kita mengabaikan didikan dan nasihat mereka, karena kita merasa sudah banyak memberi untuk orang tua kita dan merasa mereka tidak berhak menasihati kita. Bahkan, dengan alasan membahagiakan orangtua, kita mengejar kekayaan dengan cara yang salah dan tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Hal-hal seperti itu justru membuat orangtua kita merasa sedih dan berdukacita, sekalipun kita memberikan kekayaan serta kenyamanan.

Sesungguhnya, menjadi anak yang membawa sukacita besar bagi orangtua bukanlah perkara yang sulit. Renungan hari ini mengingatkan kepada kita seberapa pentingnya menghargai dan melakukan setiap nasihat dari orangtua. Karena nasihat dari orangtua akan menghasilkan sesuatu yang baik dalam hidup kita dan menjadi sebuah landasan atau pedoman dalam menjalani kehidupan. Secara otomatis akan membuat kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak dan senantiasa hidup dalam kebenaran firman Tuhan. Segala keputusan maupun tindakan yang kita ambil, tidak semata-mata karena keegoisan kita, sehingga hidup kita memberikan dampak sukacita yang besar bagi orang tua kita. Bukan dengan harta, kekayaan, atau jabatan yang tingi. Namun, saat kita bisa hidup menjadi pribadi yang bijak, takut akan Tuhan, dan banyak meluangkan waktu kita dengan orang tua, maka kita pun akan melihat orangtua kita bersukacita. (Rdf)

RENUNGAN
Jadilah anak yang MEMBAWA SUKACITA BESAR bagi orangtua kita.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menjadi anak yang membawa sukacita yang besar bagi orangtua Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Menurut Anda, mengapa penting bagi kita sebagai anak untuk dapat membawa sukacita yang besar bagi orangtua?
3. Langkah-langkah apa yang akan Anda ambil untuk dapat mengalokasikan renungan hari ini? Tuliskan.

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk orangtua yang begitu luar biasa bagi kami. Kami rindu bisa menjadi anak yang dapat membawa sukacita yang besar bagi orangtua kami. Ajar kami untuk senantiasa dapat hidup dalam kehendak dan rencana-Mu, sehingga hidup kami tidak melenceng keluar dari jalan kebenaran. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BERKAT BAPA BAGI ANAK-ANAK YANG MEMBAWA SUKACITA BAGI ORANGTUANYA

RHEMA HARI INI

Yesaya 51:2 Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia

Jika melihat kehidupan kakaknya, hati Rio turut mengucap syukur. Kakaknya dikaruniai seorang istri yang bijaksana dan 4 orang anak yang baik serta hormat pada orangtua. Segala pekerjaan kakaknya selalu diberkati Tuhan luar biasa. Bahkan di tengah pandemi, kehidupan keluarga kakaknya seakan tidak terpengaruh. Mereka tetap damai sejahtera bahkan menjadi berkat bagi banyak orang. Rio ingat bagaimana kakaknya ini sangat menyayangi dan memperhatikan mama mereka yang seorang janda. Sejak kakaknya bisa bekerja, setiap bulan ia selalu memberkati mama. Demikian terus dilakukannya sampai mama pulang ke rumah Bapa. Apapun akan dilakukan kakak Rio untuk menyenangkan hati mama, sehingga kakak Rio mendapat tempat yang sangat istimewa di hati mama.

Rio sama sekali tidak merasa iri terhadap kakaknya, sebab ia tahu kasih mama mereka sama besarnya bagi mereka berdua. Justru Rio terlalu dimanja, sehingga ia menjadi anak yang mendukakan hati mama. Kehidupan Rio kini jauh dibandingkan dengan kakaknya yang serba kelimpahan. Namun Rio menyadari dan mengerti kebenaran firman, bahwa ada berkat yang besar bagi anak-anak yang tahu membawa sukacita bagi orang tuanya, yaitu BERKAT BAPA.

Ya, Berkat Bapa akan memberi kita sayap untuk terbang tinggi melampaui yang bisa kita lakukan sendiri. Berkat Bapa bisa membukakan pintu-pintu yang tertutup dalam hidup kita dan membawa percepatan rohani yang luarbiasa dalam hidup kita. Karena itulah Berkat Bapa lebih berharga dari harta jasmani bapa. Kalau kita menerimanya, maka tak seorangpun bisa merampasnya dari kita. Sepanjang hidup, kita akan melihat pemeliharaan Tuhan yang luarbiasa. Inilah yang menjadi keinginan Tuhan, agar setiap anak-Nya menjadi pembawa sukacita bagi orang tua dan keluarga kita masing-masing. Tidak ada perkara yang sulit, hanya dibutuhkan kemauan dari kita. Asal kita mau datang dengan kerendahan hati, Tuhan akan menolong dan menjadi perantara yang adil. Setiap orang tua akan menerima anak-anaknya dengan sukacita, dan anak-anak akan datang menjadi pembawa sukacita. Berkat Bapa akan diberikan bagi setiap anak dan Tuhan akan memberkati hidup kita.

RENUNGAN

BERKAT BAPA akan diberikan bagi ANAK-ANAK YANG MEMBAWA SUKACITA bagi orangtuanya.

APLIKASI

1. Apakah yang dimaksud dengan Berkat Bapa?
2. Apakah sekarang ini Anda telah hidup dalam Berkat Bapa? Mengapa demikian?
3. Apa yang seharusnya Anda lakukan supaya Berkat Bapa diberikan kepada Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, kami mengucap syukur atas orang tua yang telah mengasihi dan membesarkan kami sampai saat ini. Berkati mereka ya Bapa, mampukan kami untuk senantiasa membuat hati mereka bersukacita. Biarlah sepanjang umur mereka, kami menjadi anak-anak yang menyukakan dan membawa kegembiraan bagi orangtua. Terimakasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

ANAK YANG MEMBAWA SUKACITA DICINTAI TUHAN DAN MANUSIA

RHEMA HARI INI

Lukas 2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Bagaimana kita sebagai seorang anak dapat dipakai Tuhan menjadi pembawa sukacita dalam keluarga dapat kita pelajari dari kisah Yusuf di kitab Kejadian. Seandainya kita adalah Yusuf yang dengan sengaja “dibuang” dari keluarga oleh kakak-kakaknya, hidup yang semula begitu nyaman mendadak penuh penderitaan. Sangat mungkin kita akan sangat marah, sakit hati bahkan dendam pada kakak-kakak kita. Apalagi dalam perjalanan hidupnya sebagai budak, Yusuf banyak mengalami kejadian yang berpotensi merusak karakternya menjadi seorang yang kepahitan dan kecewa pada Tuhan. Namun Yusuf ternyata tidak berubah, ia tetap seorang anak yang baik dan lurus hatinya.

Saat ia mendapat kesempatan untuk membalas kejahatan kakak-kakaknya, Yusuf memilih untuk mengampuni bahkan menyelamatkan keluarganya dari bencana kelaparan. Kita bisa membayangkan betapa sukacita dan bangganya hati Yakub ayahnya, melihat anaknya Yusuf tumbuh menjadi seorang yang bukan saja besar kekuasaannya, tapi terutama memiliki kebesaran hati yang luar biasa. Yusuf tetap mengasihi dan ingin dekat dengan keluarganya meskipun ia telah dikhianati.

Seorang anak yang membawa sukacita, semakin hari akan semakin dicintai Tuhan dan manusia. Kita tahu bahwa ada penyertaan Tuhan dalam hidup Yusuf, sehingga apapun yang dikerjakan tangannya Tuhan buat berhasil. Sewaktu kita lahir, orang tua atau keluarga kita bersukacita atau tidak, itu di luar kendali kita sepenuhnya. Namun semakin kita bertumbuh besar, kita bisa memilih mau menyukakan atau mendukakan hati keluarga. Kita bisa memilih membawa sukacita atau ratap tangis orang tua. Ingatlah sebagai anak kita memiliki peran dalam rencana besar Tuhan atas keluarga kita. Terimalah setiap pergumulan dan tantangan sebagai batu loncatan agar karakter kita dapat bertumbuh dan siap untuk mengalami kemuliaan Tuhan bersama dengan keluarga yang kita sayangi.

RENUNGAN

Sebagai Anak, jadilah pembawa sukacita yang SEMAKIN HARI SEMAKIN DICINTAI TUHAN DAN MANUSIA.

APLIKASI

1. Apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi Anda sebagai seorang anak?
2. Bagaimana cara Anda untuk menjadi anak yang membawa sukacita?
3. Apa yang Anda alami dan rasakan ketika Anda menjadi anak pembawa sukacita yang dicintai Tuhan dan manusia?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa di sorga, mampukan kami untuk dapat menjadi seorang anak yang membawa sukacita bagi orang tua. Roh Kudus yang terus ingatkan kami sehingga kami dibawa semakin mendekat pada rancangan ilahi atas setiap keluarga kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!
Languages

Change Language