MENGASIHI ANAK-ANAK KITA SECARA KONSISTEN (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 3-5
1 Timotius 4

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia

Saat terjadi perang di negaranya, putra dari keluarga Quaker di Pennsylvania, meninggalkan rumah tanpa seijin ayahnya. Ia menjadi sukarelawan dalam perang tersebut. Sudah beberapa hari berlalu sejak kepergian putranya, sang ayah tidak pernah sekali pun mendapatkan kabar dari sang putra. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi bahwa putranya mengalami kesulitan. Keesokan harinya, sang ayah langsung berangkat menuju medan pertempuran dengan kereta kudanya. Ia mendengar bahwa pasukan putranya telah kalah dan banyak yang terluka. Berita tersebut membuat hati sang ayah kacau balau, dan ia pun dengan gigih mencari keberadaan putranya hingga hari mulai gelap. Hanya bermodalkan lentera kecil, sang ayah terus mencari putranya dengan sabar, hingga akhirnya ia mendengar panggilan lemah, “Ayah, aku di sini. Aku tahu Ayah pasti datang.”

Betapa luar baisanya kasih sang ayah kepada putranya. Sekalipun putranya sempat mengecewakannya dengan pergi berperang tanpa seizinnya, saat putranya dalam situasi yang membahayakan, ia langsung bergegas pergi dan dengan gigih mencari putranya di medan perang. Jika kita renungkan sejenak, sering kali setiap kita yang sudah menjadi orangtua, pasti sangat mencintai anak-anak kita saat mereka masih kecil. Tampak lucu, menyenangkan, bahkan biasanya menjadi kesayangan di dalam keluarga. Namun, dengan bertambahnya umur, anak-anak menjadi sulit dimengerti dan kelucuan mereka berubah menjadi kenakalan yang menjengkelkan.

Tidak secara kebetulan rhema hari ini mengingatkan kepada kita untuk tetap konsisten dalam mengasihi anak-anak kita. Dalam segala keadaan. Mulailah belajar untuk melihat bahwa kenakalan yang dilakukan anak-anak kita, semata-mata hanya karena mereka ingin agar kita memperhatikan mereka. Oleh karena itu, kita harus selalu ada bagi mereka, serta mencari solusi atas setiap masalah mereka, dan membimbing mereka untuk tetap dalam jalan Tuhan. Bahkan, dalam kondisi terburuk mereka pun, tetaplah mengasihi mereka sebagai tanggung jawab kita kepada Tuhan.

RENUNGAN
Sebagai orangtua, hendaknya kita belajar dari Bapa di Sorga untuk MENGASIHI ANAK-ANAK SECARA KONSISTEN.

APLIKASI
1. Jika Anda sebagai orangtua, sudahkah Anda mengasihi anak-anak Anda secara konsisten? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Menurut Anda, mengapa penting bagi kita untuk dapat mengasihi anak-anak kita secara konsisten? Jelaskan.
3. Setelah membaca renungan hari ini, hal-hal apa saja yang akan Anda lakukan agar dapat mengasihi anak-anak Anda secara konsisten? Tuliskan.

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk anak-anak yang sudah Kau anugerahkan dalam hidup kami. Ajar kami agar dapat secara konsisten mengasihi anak-anak kami, sehingga kami dapat melihat bagaimana Engkau memulihkan keadaan keluarga secara kami secara luar biasa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

KASIH DAN SUKACITA SEPERTI SAAT ANAK KITA LAHIR

RHEMA HARI INI

Kejadian 30:23 Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: “Allah telah menghapuskan aibku.”

Masih jelas dalam ingatan Elin, ketika ia melahirkan dan membesarkan kedua anaknya. Meski kondisi saat mereka berdua dilahirkan, tidak seideal dan semanis cerita pasangan pada umumnya, namun tetap saja kelahiran mereka membawa sukacita tersendiri bagi Elin dan suaminya. Tingkah polah mereka yang lucu dan menggemaskan, bahkan kebandelan mereka pun kini tetap menjadi kenangan indah dan masih sering dibicarakan bersama dalam gelak tawa dan canda.

Beberapa teman Elin mengeluhkan tentang anak-anak mereka yang telah tumbuh remaja sekarang. Bagaimana mereka menjadi sukar dipahami, semaunya sendiri, sulit diatur dan menjauh dari orangtua. Bagi Elin pribadi, hubungan dengan anak-anaknya justru semakin membaik seiring bertambahnya usia mereka. Mereka sekarang bisa diajak berkomunikasi dengan baik, mulai bisa mengerti dan memahami situasi dan kondisi yang terjadi, sehingga bisa diajak untuk bertukar pendapat.

Kelucuan anak-anak kita memang akan segera berlalu. Seiring usia mungkin ada kenakalan atau sesuatu yang tidak kita sukai akan dilakukan oleh anak-anak kita. Semua ini adalah proses yang wajar menuju pada kedewasaan. Dengan tetap memiliki kasih dan sukacita yang semula seperti saat anak kita baru lahir dulu, maka kita akan dimampukan untuk mengikuti setiap perkembangan mereka. Meskipun kita tak mungkin lagi menunjukkan kasih seperti waktu mereka masih anak-anak, seperti menggendong dan menimang mereka dengan gemas, tetapi kita masih tetap dapat menunjukkan kasih dengan banyak cara. Pelukan dan ciuman yang hangat akan menunjukkan bahwa kita akan tetap mengasihi mereka dan ada untuk mereka apapun yang terjadi. Sukacita yang muncul setiap kali memandang mereka, akan dapat dirasakan dengan baik oleh anak-anak kita. Semua hal ini menimbulkan rasa bahagia dan aman, yang pada akhirnya akan memberi respon balik sebagai anak yang membawa sukacita bagi orangtua. (PF)

RENUNGAN

Miliki KASIH dan SUKACITA yang SEMULA seperti saat dahulu anak kita baru saja lahir ke dunia ini.

APLIKASI

1. Bagaimana Anda memandang anak Anda yang sekarang ini? Masihkah ada sukacita dan kasih yang semula seperti saat mereka baru lahir dulu?
2. Jika tidak, apa yang membuat Anda kehilangan kasih dan sukacita yang semula?
3. Bagaimana Anda akan mengembalikan rasa kasih dan sukacita yang semula terhadap anak-anak Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas anak-anak yang ada di keluarga kami. Mereka adalah berkat dan anugerah yang berharga bagi kami. Kiranya kasih dan sukacita yang semula, tetap ada di hati kami. Menjadi dasar bagi kami untuk mendidik dan membesarkan anak-anak kami dalam kebahagiaan dan takut akan Engkau. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama-Mu Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

KELAHIRAN ANAK ADALAH MOMEN KEGEMBIRAAN BAGI ORANGTUA

RHEMA HARI INI

Yohanes 16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Jika kita pernah melihat video tentang perjuangan seorang ibu dalam melahirkan anaknya, dalam hati akan muncul perasaan kagum sekaligus haru. Bagaimana rasa sakit yang harus dialami dan resiko antara hidup dan mati yang harus dihadapi dengan berani oleh sang ibu. Belum lagi jika kelahirannya mengalami masalah, tentu perjuangan sang ibu akan semakin berat. Meski demikian, kelahiran seorang anak adalah sesuatu yang sangat istimewa. Rasa sakit dan penderitaan selama proses kelahiran, langsung tersapu bersih dan tak diingat lagi saat melihat dan mendengar tangisan pertama sang bayi. Berganti dengan kelegaan dan kegembiraan karena sang anak telah lahir ke dunia dengan selamat.

Kehadiran anak dalam sebuah keluarga, memang sangatlah diharapkan dan ditunggu-tunggu oleh setiap orangtua. Ada pasangan yang beruntung segera mendapatkan anak dari Tuhan, ada pula yang harus menunggu lama sebelum kerinduan akan anak dijawab oleh Tuhan. Seperti Abraham, sorang tokoh besar dalam Alkitab, yang sangat diberkati Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya. Namun semua rasanya menjadi tidak berarti sebab Abraham belum mempunyai keturunan. Karena iman percaya Abraham yang begitu besar akan janji Tuhan, akhirnya Sara hamil dan melahirkan seorang anak bagi Abraham pada masa tuanya. Mereka pun menamai anak itu Ishak, yang artinya tertawa, sebab kelahirannya membawa tawa, sukacita dan kebahagiaan besar bagi Abraham dan Sara.

Ada banyak kegembiraan dan harapan tentang masa depan bersama dengan kelahiran seorang anak. Bagi para orangtua, terimalah berkat besar dari Tuhan dan hargailah dengan mendidiknya dalam takut akan Tuhan. Bagi yang masih menanti, tetaplah pegang teguh janji Tuhan seperti Abraham akan lahirnya anak perjanjian. Dan sebagai anak, ingatlah bahwa kelahiran kita adalah kegembiraan besar untuk orangtua kita. Tetaplah menjadi anak yang membawa sukacita, walaupun mungkin usia kita sekarang bukan lagi anak-anak. (Rdf)

RENUNGAN

Seorang ibu dan ayah pasti SANGAT GEMBIRA saat MELIHAT KELAHIRAN ANAKNYA ke dunia.

APLIKASI

1. Menurut Anda, mengapa kelahiran seorang anak membawa kegembiraan bagi orangtuanya?
2. Jika Anda adalah orangtua, apa yang Anda rasakan ketika anak Anda lahir kedunia? Bagaimana wujud kegembiraan Anda?
3. Apa harapan-harapan Anda tentang anak-anak Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, terima kasih untuk anak-anak yang Kau anugerahkan kepada kami. Kami percaya mereka adalah mutiara dalam keluarga kami. Kami rindu agar kami dapat senantiasa mengasihi anak-anak kami dalam segala situasi. Sehingga kegembiraan dan sukacita akan senantiasa ada dalam keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa. Amin”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

STATUS ANAK BAGI ORANGTUA DAN KELUARGA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 1-2
1 Timotius 3

RHEMA HARI INI
Mazmur 127:3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.

Ada sebuah yayasan panti asuhan yang cukup terkenal di Bali, yaitu Metta Mama & Maggha. Panti asuhan tersebut pertama kali didirikan pada tahun 2015, oleh seorang anak berusia 15 tahun bernama Maggha. Saat itu, ia merasa sedih ketika melihat ada begitu banyak anak yang seharusnya bisa menjadi pembawa sukacita bagi orangtua dan keluarganya, tetapi justru ditelantarkan oleh keluarga mereka sendiri. Padahal ada banyak pasangan di luar sana yang sangat mendambakan memiliki keturunan. Akhirnya, Maggha dan ibunya mendirikan sebuah panti asuhan untuk memberikan penghidupan yang layak bagi bayi-bayi terlantar.

Bayi-bayi yang diterlantarkan itu pun tidak semuanya berasal dari hubungan di luar pernikahan. Ada juga yang sebetulnya memiliki keluarga yang sah, tetapi orangtuanya memiliki beban keuangan, sehingga merasa tidak sanggup untuk menghidupi anaknya dengan baik. Ada juga yang mungkin tidak ditelantarkan secara jasmani, tetapi ditelantarkan secara psikologis. Apabila kita sebagai orangtua dan calon orangtua memiliki pola pikir yang benar, maka kita akan lebih dapat menghargai dan mensyukuri keberadaan anak dalam keluarga apa pun dan bagaimana pun kondisinya.

Bagi pasangan yang mungkin belum diberi anugerah untuk memiliki anak secara jasmani, sadarilah bahwa sebagai anak pun, Anda juga adalah pembawa sukacita bagi orangtua Anda. Sebelum nantinya Anda membahagiakan anak, Anda juga bisa membahagiakan orangtua selagi mereka masih ada bersama Anda. Seringkali saat anak sudah beranjak dewasa dan menikah, anak jadi mengesampingkan kebahagiaan orangtua. Oleh karena itu, sebagai anak-anak, marilah kita berkomitmen untuk bisa lebih lagi menghormati dan mengasihi orangtua kita yang telah membesarkan kita selama ini, seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Sehingga orangtua dan keluarga kita merasakan bahwa kehadiran kita di tengah-tengah mereka membawa sukacita yang besar.

RENUNGAN
Anak adalah PEMBAWA SUKACITA bagi ORANGTUA dan KELUARGA.

APLIKASI
1. Sebagai anak, sudahkah Anda menjadi pembawa sukacita bagi orangtua Anda?
2. Menurut Anda, mengapa anak-anak disebut sebagai pembawa sukacita keluarga?
3. Sebagai anak dan atau sebagai orangtua, apakah yang dapat Anda lakukan untuk membahagiakan keluarga Anda? Renungkanlah!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih untuk keluarga yang telah Engkau berikan kepada kami. Sebagai anak, kami mau belajar untuk bisa lebih lagi menjadi pembawa sukacita bagi orangtua kami. Dan sebagai anak, kami mau belajar untuk lebih lagi menjadi anugrah pembawa sukacita yang telah Tuhan berikan bagi keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

LANGKAH YANG MENDATANGKAN PEMULIHAN DALAM KELUARGA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yesaya 65-66
1 Timotius 2

RHEMA HARI INI
Kolose 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

“Sudah habis kesabaran Papa! Kamu sudah berkali-kali mendapat nilai jelek!” Seru seorang bapak penuh kemarahan. Sang ibu bergegas mendatangi mereka dan membentak balik, “Anakmu seperti ini juga karena kamu! Kamu selalu sibuk dan tidak ada waktu untuk anakmu!” Mendengar keributan yang terjadi antara kedua orangtuanya, si anak merasa bersalah dan kecewa dengan dirinya sendiri. Pertikaian kedua orangtuanya ini bukanlah yang pertama kali. Sejak pertama kali ibunya mengetahui bahwa suaminya selingkuh, semakin hari situasi di rumah semakin tidak nyaman, dan selalu saja terjadi keributan. Hal inilah yang membuat ia tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar

Ketika seseorang yang sudah terlanjur kecewa, kesal, sakit hati, dan sudah tidak mau mengampuni kesalahan orang lain, maka ini bisa menjadi bom waktu. Ibarat sebuah ember, yang terus diisi dan diisi dengan segelas air, sampai pada akhirnya air di ember tersebut tumpah keluar. Segelas air ini diibaratkan dengan kekecewaan, sakit hati, dan kekesalan kita kepada pasangan atau anak-anak kita. Saat kekecewaan dalam hati kita sudah meluber, maka semakin hari emosi kita akan semakin tidak terkontrol, dan kekecewaan itu akan meluap dari dalam hati kita. Kalau dibiarkan, semakin lama, hubungan dalam keluarga kita pun akan hancur.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu membersihkan “ember” hati kita. Saat kita berani mengambil keputusan memilih untuk selalu mengampuni dan membersihkan hati kita dari segala kekecewaan dan sakit hati kepada pasangan, anak-anak atau orang tua kita, maka pemulihan pun akan terjadi dalam keluarga kita. Memang bukan perkara mudah, tetapi saat kita sungguh-sungguh berserah dan mengandalkan Roh Kudus, maka kita akan mampu melakukannya. Jika kita berani mengambil langkah besar dan menjadi wanita berhikmat yang mau mengampuni dan membersihkan hati, kita akan melihat bagaimana Tuhan berkarya dalam keluarga secara dahsyat dan luar biasa. (Rdf)

RENUNGAN
Memilih untuk selalu MENGAMPUNI dan MEMBERSIHKAN HATI akan mendatangkan PEMULIHAN bagi keluarga kita.

APLIKASI
1. Menurut Anda, mengapa mengampuni dan membersihkan hati kita dapat mendatangkan pemulihan dalam keluarga?
2. Bagaimana sikap hati Anda selama ini saat ada anggota keluarga Anda yang mengecewakan Anda? Sudahkah Anda mengampuninya? Jika belum, mengapa demikian?
3. Setelah membaca renungan hari ini, langkah apa yang akan Anda ambil agar pemulihan sungguh-sungguh terjadi dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami berterima kasih karena Engkau telah menempatkan dalam keluarga yang luar biasa. Ajar kami untuk dapat senantiasa menjaga hati kami dari segala sakit hati dan kekecewaan. Kami mau melangkah untuk mengampuni dan membersihkan hati kami, karena kami rindu pemulihan terjadi dalam keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

MEMULIHKAN HATI DARI LUKA DAN KECEWA

RHEMA HARI INI

Mazmur 73:21-24 Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan

Rina sangat terpukul menerima kenyataan bahwa suaminya memiliki hubungan dengan wanita lain. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat suaminya sedang bersama dengan wanita itu. Bahkan kabar terakhir ia mendengar bahwa suaminya dan wanita itu akan segera memiliki anak. Di dalam benak Rina hanya ada satu pilihan, yaitu berpisah dengan suaminya. Sebagai manusia, siapa yang tidak hancur hati dan ingin menyerah saja dengan hubungan pernikahan jika sudah seperti itu. Yang ada dalam pikiran Rina, perpisahan adalah jalan satu-satunya yang akan mengobati luka hati dan kekecewaannya. Ketika suaminya datang untuk berdamai dan memohon maaf kepadanya, Rein bersikukuh untuk tetap berpisah. Dan untuk sesaat ia merasa menang dengan meninggalkan suaminya dilingkupi rasa bersalah.

Tetapi ketika Rina mulai tenang, bisa menguasai diri dan membawa permasalahannya kepada Tuhan, ada hal aneh yang terjadi. Justru sekarang Rein mengalami kekosongan diatas kemenangan dagingnya. Bahkan ia bisa merasakan iblis begitu bersukacita melihat kehancuran rumah tangganya. Akhirnya Rina pun meminta ampun pada Tuhan dan meminta kekuatan untuk bisa mengampuni suaminya. Rina sadar, berpisah bukanlah cara untuk mengobati luka hatinya, tetapi hadirat Tuhanlah yang memberi penghiburan, damai dan sukacita sejati. Kini setelah beberapa bulan berlalu, Rina melihat perubahan yang sangat nyata dari suaminya. Suaminya diubahkan Tuhan menjadi suami yang sangat bertanggungjawab dan sangat mengasihi keluarganya. Untuk itu, Rina sangat bersyukur. Benar, bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi anak-anak-Nya yang mengsihi-Nya.
Memang tidak mudah untuk melepaskan pengampunan jika perlakuan pasangan kita sudah melewati batas kekuatan kita sebagai manusia. Tetapi ingatlah bahwa KEMENANGAN kita adalah saat kita bisa mengampuni dan memulihkan hati kita dari setiap luka dan kecewa. Anugerah Tuhan yang melimpah akan Tuhan nyatakan atas keluarga kita sebagai hadiah dari kemenangan kita atas luka batin dan kekewaan. Haleluya!

RENUNGAN

Salah satu ciri WANITA BIJAKSANA adalah bisa MEMULIHKAN hatinya dari LUKA DAN KECEWA.

APLIKASI

1. Adakah luka dan kecewa yang masih belum pulih Anda rasakan, terhadap suami atau anggota keluarga Anda yang lain?
2. Apa dampak yang Anda rasakan selama Anda belum melepaskan pengampunan?
3. Apa komitmen Anda untuk segera membereskan hati Anda di hadapan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Roh Kudus, Engkaulah sumber kekuatan bagi kami. Kami tidak akan mampu jika harus dengan kekuatan kami sendiri untuk melepaskan pengampunan dan tetap mengasihi. Kami butuh kasih-Mu. Penuhi kami, Roh Kudus, karena hanya itulah yang bisa membuat kami menang atas setiap hal yang melukai hati kami. Didalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

KEKECEWAAN BISA MENGHANCURKAN DIRI SENDIRI DAN KELUARGA

RHEMA HARI INI

Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Sejak awal, Dita telah memiliki kriteria pria idaman. Sedari masih di bangku sekolah hingga bekerja, ia sudah beberapa kali berganti pacar. Namun belum ada satupun yang membuatnya yakin bahwa pria itu adalah jodohnya. Sampai ia bertemu dengan Reihan dan merasakan ada sesuatu yang berbeda darinya. Singkat cerita, mereka pun berpacaran dan hingga akhirnya menikah. Di awal pernikahan, segala sesuatunya nampak begitu indahnya. Dita mencintai Reihan dan demikian pula sebaliknya.

Tahun demi tahun berlalu, banyak permasalahan yang telah mereka lewati bersama. Tidak jarang perselisihan terjadi dan tidak jarang pula Dita merasa kecewa oleh sikap Reihan. Namun alih-alih membahas dan menyelesaikannya, Dita memilih untuk menyimpan dalam hati karena tidak mau bertengkar dengan suaminya. Tetapi ternyata kekecewaan yang dipendam itu lama-kelamaan menjadi bom waktu bagi rumah tangga mereka. Karena suatu saat ketika Reihan kembali melakukan kesalahan, Dita tidak dapat menahan dirinya lagi sehingga pertengkaran besar pun terjadi. Sampailah Dita pada titik dimana ia berpikir untuk menyudahi saja pernikahan mereka. Akan tetapi karena Dita adalah seorang istri yang takut akan Tuhan, maka ia pun segera ia datang kepada Yesus. Dita meminta hikmat ilahi dan kasih mula-mula dicurahkan atas rumah tangganya supaya pemulihan dapat terjadi di dalam keluarganya.

Dalam hidup berkeluarga, akan ada saja perbedaan pendapat atau salah paham yang berpotensi menimbulkan kekecewaan. Menyimpan rasa kecewa, lama kelamaan akan menimbulkan akar pahit yang bukan saja menghancurkan diri kita sendiri, tetapi juga bisa menghancurkan keluarga kita. Hanya jika setiap anggota keluarga dapat berbesar hati dan mau menyelesaikan segala permasalahan yang ada dengan tuntunan Tuhan, maka keluarga kita akan terjaga kerukunan dan keharmonisannya. Dengan terus menjadikan Tuhan sebagai pusat di keluarga kita dan terus mendekat dalam hadirat-Nya, maka kita akan dimampukan untuk melepaskan pengampunan dan tidak menyimpan kekecewaan. Kasih-Nya yang tak berkesudahan akan terus mengalir, memenuhi dan menyatukan keluarga kita.

RENUNGAN

Menyimpan KEKECEWAAN bukan hanya akan MENGHANCURKAN DIRI KITA sendiri, tetapi juga MENGHANCURKAN KELUARGA KITA.

APLIKASI

1. Apakah masih ada kekecewaan yang Anda simpan sampai hari ini?
2. Apa dampak kekecewaan yang tersimpan itu, dalam hidup Anda dan keluarga Anda?
3. Komitmen apa yang Anda ambil untuk bisa bebas dari kekecewaan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, ampuni kami kalau selama ini kami masih menyimpan kekecewaan terhadap anggota keluarga kami sendiri. Jamah hati setiap kami, ya Bapa. Lembutkanlah dan balutlah hati kami supaya kami dapat mengampuni dan mengasihi dengan tulus. Kami percaya dalam kerukunan keluarga maka ada berkat Allah yang tercurah bagi keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

PILIHAN WANITA BERHIKMAT (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yesaya 62-64
1 Timotius 1

RHEMA HARI INI
Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Ada dua serigala dalam diri setiap orang. Serigala yang pertama jahat; ia penuh kemarahan, kecurigaan, kepahitan, keputusasaan, kebohongan, dan kegelapan. Serigala yang kedua baik; ia penuh kasih, kesabaran, kelemahlembutan, kemurahan, kepercayaan, harapan, dan cahaya. Kedua serigala ini selalu berada dalam perkelahian hebat. Menang kalahnya mereka, tergantung dari serigala mana yang lebih banyak diberi makan oleh kita. Inilah dongeng tua suku-suku Indian yang menggambarkan konflik batin yang kita hadapi setiap saat.

Betapa benarnya metafora serigala baik dan jahat ini. Saat keadaan tidak berjalan sesuai harapan dan kita berbenturan dengan kejadian yang tidak menyenangkan, bukankah kita pun diperhadapkan dengan dua pilihan? Apakah kita akan memberi makan si serigala baik atau si serigala jahat? Apakah kita akan berkata dan bertindak sesuai dengan emosi negatif yang kita rasakan, atau melakukan yang sebaliknya? Masalahnya, sebagai wanita, perasaan dan emosi kita cenderung lebih berjalan cepat dibandingkan logika kita. Kapasitas yang Tuhan berikan sebagai kekuatan wanita untuk bisa berempati terhadap sesama, sering kalinya malah menjadi titik lemah yang dipakai si iblis untuk menghancurkan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Berapa banyak kalinya kita terpicu perasaan—baik yang timbul seketika itu juga atau yang telah terpendam lama—dan akhirnya hubungan kita dengan pasangan, anak-anak, saudara, atau orangtua pun memburuk.

Ya, saat kenyataan pahit menerpa dan dunia kita runtuh, lebih mudah untuk menyerah pada perasaan kita sendiri. Namun, kalau kita berserah kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, Roh Kudus akan memberikan kekuatan untuk melampaui perasaan kita. Kita pun bisa menahan diri, mengampuni, dan mengasihi. Seperti itulah kita memberi makan serigala yang baik dalam diri kita dan pada akhirnya kebaikanlah yang akan menang. Pilihan kitalah yang menjadikan kita wanita berhikmat yang membangun kebahagiaan dalam keluarga kita.

RENUNGAN
Wanita berhikmat adalah wanita yang TIDAK MENYIMPAN KEKECEWAAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda cenderung untuk menyimpan kekecewaan selama ini?
2. Mengapa Anda tidak seharusnya menyimpan kekecewaan di hati Anda?
3. Bagaimana Anda bisa membuang segala kekecewaan yang ada dalam diri Anda dan yang akan Anda alami nantinya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami bersyukur sebab Engkau hanya memberikan yang baik dalam hidup kami. Bantu kami, agar kami dapat menjaga dan mengendalikan perasaan kami, dan bertindak sesuai dengan hikmat-Mu, sehingga kami boleh menjadi wanita berhikmat yang berkenan di mata-Mu dan membawa kemuliaan-Mu dalam keluarga di mana Engkau menempatkan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

MENGEMBANGKAN KELEMAHLEMBUTAN DALAM KELUARGA

RHEMA HARI INI

Galatia 6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

Sebuah survey yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa pria cenderung marah pada kejadian atau peristiwa yang mengganggu perasaan mereka. Sementara wanita lebih sering marah pada seseorang. Artinya bahwa pria cenderung marah pada suatu obyek dan wanita lebih cenderung marah pada subyek. Namun apapun sumber kemarahan itu, sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan berhasil mengungkapkan bahwa orang yang cepat marah ternyata lebih pendek umurnya. Mereka pun rentan terhadap penyakit jantung, stroke, kerusakan fungsi kekebalan tubuh bahkan beresiko kematian dini.

Sementara bagi yang sudah berpasangan atau berkeluarga, kemarahan terhadap pasangan ternyata merupakan sumber perceraian tertinggi di banyak negara. Hal ini bisa terjadi karena saat marah maka kita akan melihat pasangan atau keluarga kita sebagai sumber masalah. Akibatnya pertengkaran demi pertengkaran mudah sekali terjadi sehingga merusak hubungan dalam sebuah keluarga.

Marah sebenarnya hal yang lumrah dan alamiah bagi manusia. Namun hendaknya jangan biarkan diri kita dikuasai oleh amarah. Jangan sampai amarah kita belum reda sampai matahari terbenam (Efesus 4:26). Jangan biarkan amarah kita berlarut-larut apalagi sampai melukai atau menyakiti hati keluarga kita. Jika pasangan, anak atau anggota keluarga kita berbuat salah, tegurlah dengan bijak. Kelemah lembutan disertai dengan didikan justru lebih efektif agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Keluarga yang sudah belajar mengembangkan kelemahlembutan, akan bisa segera meredakan letupan-letupan kecil yang menyulut pertengkaran. Seperti air yang meredam panasnya api, jawaban yang lemah lembut, akan meredakan kegeraman. Sekalipun ada kesalahpahaman namun semua masalah akan bisa diselesaikan dengan baik. Amin.

RENUNGAN

Keluarga yang sudah belajar MENGEMBANGKAN KELEMAHLEMBUTAN bisa segera meredakan LETUPAN-LETUPAN KECIL yang menyulut pertengkaran.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda mengembangkan kelemahlembutan dalam keluarga Anda?
2. Saat pasangan atau anggota keluarga Anda berbuat salah, bagaimana seharusnya respon Anda?
3. Bagaimana cara Anda bertindak sebagai contoh bagi keluarga Anda untuk mengembangkan kelemahlembutan?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, ampuni kami jika kami seringkali dikuasai amarah dalam menghadapi kesalah pahaman dalam keluarga kami. Berilah kami hati yang lemah lembut, ya Tuhan agar kami dapat menjaga keluarga kami dari perpecahan . Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

KELEMAHLEMBUTAN MENYELAMATKAN KELUARGA

RHEMA HARI INI

Amsal 15:1 Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah

Tanpa meminta pertimbangan istrinya, Bobby meminjam uang secara online. Ia merasa istrinya tidak perlu mengetahui segala sesuatu yang dilakukan. Namun, hari itu tidak seperti biasa, istri Bobby memeriksa ponselnya dan mendapati adanya aplikasi pinjaman online di sana. Sesaat istri Bobby merasa marah dan kecewa kepada suaminya. Ia merasa dibohongi karena Bobby sudah diingatkan berkali-kali jangan sampai meminjam secara online, namun justru dilakukan tanpa meminta pertimbangannya.

Istri Bobby ingin segera menemui dan memarahi suaminya akan apa yang telah dilakukan. Akan tetapi, ia teringat akan firman Tuhan di gerejanya bahwa seorang wanita yang berhikmat haruslah lemah lembut. Istri Bobby pun mengurungkan niatnya, ia memilih berdiam diri sejenak, lalu menghampiri Bobby. Ia pun menanyakan dengan lemah lembut perihal aplikasi pinjaman online yang ditemukan di ponsel Bobby. Bobby terkejut istrinya mengetahui namun tidak memarahinya. Padahal seharusnya istrinya akan marah jika mengetahui ia meminjam secara online. Setelah mendengar alasan Bobby, istrinya dengan lembut dan sabar menjelaskan mengapa tidak baik untuk meminjam, baik secara online maupun secara langsung. Sikap istrinya yang tidak menyalahkan, namun memberi penjelasan yang masuk akal, membuat Bobby akhirnya mau menerima dengan hati terbuka. Ia pun berjanji akan segera melunasi dan tidak akan meminjam lagi.

Dalam kehidupan ini, seringkali kita menjumpai banyaknya pertengkaran dan perselisihan di dalam keluarga terjadi karena tidak ada yang mau mengalah dan menahan diri saat perbedaan pendapat terjadi. Kegeraman yang di balas dengan kemarahan, pasti akan menghasilkan pertempuran. Tetapi jawaban yang lemah lembut, meredakan kegeraman. Keluarga yang sering bertengkar adalah keluarga yang belum belajar mengembangkan kelemahlembutan. Saat kita bersikap lemah lembut, maka semua masalah bisa diselesaikan dengan baik, karena kelemahlembutan bisa menyelamatkan keluarga dari kesalahpahaman, kemarahan dan pertengkaran. Dengan demikian kita menjadi wanita-wanita berhikmat-Nya Tuhan dalam keluarga. (LEW)

RENUNGAN

KELEMAHLEMBUTAN bisa MENYELAMATKAN keluarga dari kesalahpahaman, kemarahan, dan pertengkaran.

APLIKASI

1. Bagaimana cara Anda mengatasi kesalahpahaman, kemarahan dan pertengkaran dalam keluarga Anda selama ini?
2. Perbedaan hasil apa yang pernah Anda alami, mengatasi dengan lemah lembut dan dengan emosi?
3. Apa komitmen Anda untuk senantiasa bisa menjadi seorang wanita yang lemah lembut?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, jadikanlah kami istri yang baik, istri yang lemah lembut sehingga kami bisa menjadi penyelamat keluarga kami. Jadikan kami pemersatu dan pembawa damai sehingga keluarga kami terhindar dari kesalahpahaman, kemarahan dan pertengkaran. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami sudah berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!
Languages

Change Language