RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

02 December 2025 Tim Penulis Renungan
LANGKAH YANG TEPAT Tuhan tidak dapat memberkati LANGKAH yang tidak pernah Anda ambil. Pengkhotbah 11:4 Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai. Seringkali kita berdoa memohon petunjuk dan berkat Tuhan, namun kita lupa bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan. Kita menunggu kepastian mutlak sebelum melangkah, takut akan kegagalan dan ketidakpastian. Padahal, berkat Tuhan justru mengalir ketika kita mulai mengambil langkah iman, bukan saat kita diam di tempat yang nyaman. Pengkhotbah 11:4 mengingatkan kita, "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai." Jika kita terus menerus mempertimbangkan semua kemungkinan buruk dan menunggu kondisi yang sempurna, kita tidak akan pernah memulai apa pun. Iman berarti mempercayai bahwa Tuhan akan memenuhi setiap langkah kita meski awan ketidakpastian masih menggantung. Mari ambil langkah iman itu hari ini, baik dalam pelayanan, pekerjaan, atau hubungan yang sedang Tuhan taruh di hati Anda. Jangan biarkan ketakutan menghentikan Anda sebelum mulai. Percayalah bahwa tangan Tuhan yang berkuasa akan menuntun dan memberkati setiap langkah ketaatan yang Anda ambil bagi kemuliaan-Nya. Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

01 December 2025 Tim Penulis Renungan
PENYEBAB KITA ENGGAN MELANGKAH Masalah kita bukan kurang waktu, tetapi hati yang ENGGAN untuk MELANGKAH. Efesus 5:15-16 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. "Masalah kita bukan kurang waktu, tetapi hati yang enggan untuk melangkah." Kita sering bersembunyi di balik alasan sibuk dan tidak ada waktu, padahal kendala sebenarnya terletak pada kemalasan hati dan ketakutan kita untuk mengambil tindakan iman. Kita menunggu saat yang "tepat" yang tak kunjung datang. Firman Tuhan dalam Efesus 5:15-16 menegaskan hal ini. Kita diingatkan untuk hidup sebagai orang arif, bukan seperti orang bebal yang menyia-nyiakan kesempatan. "Mempergunakan waktu yang ada" bukan sekadar tentang manajemen waktu, tetapi tentang ketepatan hati dalam melangkah sesuai pimpinan Tuhan, sebelum kesempatan itu hilang ditelan "hari-hari yang jahat" ini. Marilah kita berhenti berdalih dan menunda. Biarlah hati yang enggan ini ditundukkan oleh kuasa Roh Kudus. Ambillah langkah iman itu sekarang, entah untuk melayani, berdamai, atau memulai kebiasaan rohani yang baru. Jangan biarkan kemalasan dan ketakutan mencuri berkat yang Tuhan sediakan bagi kita yang taat melangkah. Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

29 November 2025 Tim Penulis Renungan
BERTUMBUH DALAM TUHAN BERTUMBUHLAH dalamTuhan agar tidak MEMBUKA CELAH bagi kutuk kembali. Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Toni seorang petani anggur, melihat ranting yang terlepas dari pokoknya, awalnya segar, lalu layu dan mati. Ia tersadar bahwa ranting yang terpisah tidak akan pernah berbuah, sekuat apa pun rupanya. Begitu pula hidup rohani kita, jika menjauh dari Tuhan, doa mengering, kasih pudar, dan hidup kehilangan arah. Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pokok anggur sejati. Hanya dengan tinggal di dalam Dia dan melalui doa, firman, dan ketaatan maka kita dapat berbuah. “Berbuah” bukan sekadar kesuksesan lahiriah, tetapi menghasilkan kasih, damai, dan kesabaran sebagai bukti kehidupan di dalam Kristus (Galatia 5:22-23). Mari periksa hidup kita: apakah kita sungguh melekat pada-Nya atau hanya mengenal dari jauh? Tinggallah di dalam Kristus setiap hari melalui waktu pribadi bersama-Nya. Saat kita melekat erat pada Sang Sumber Hidup, kehidupan kita akan berbuah lebat dan memuliakan Bapa di sorga. (FG) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

28 November 2025 Tim Penulis Renungan
HIDUP DENGAN IMAN HADAPI hidup dengan IMAN, bukan dengan menyalahkan masa lalu atau MENYERAH pada KETAKUTAN! 2 Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Setiap orang pernah mengalami kegagalan, baik dalam hubungan, pekerjaan, maupun dalam perjuangan pribadi. Namun kegagalan bukan berarti akhir. Firman Tuhan mengatakan bahwa Ia menjamin hidup kita, bukan karena kita sempurna, tetapi karena kasih-Nya yang tidak berubah. Tuhan telah menaruh Roh-Nya dalam setiap kita, yang memampukan kita untuk bangkit bahkan ketika keadaan terasa berat. Ketika pola atau siklus negatif tampak berulang, kita diingatkan bahwa kita tidak berjalan sendiri. Tuhan bekerja di dalam proses hidup kita. Kita harus terus mengerjakan bagian kita yaitu dengan berani mengambil langkah, bangkit dari keterpurukan, menghadapi kenyataan dengan iman, dan senantiasa memegang janji Tuhan. Saat kita memilih untuk tetap percaya dan taat, Tuhan akan melakukan bagian-Nya, yaitu memulihkan, memimpin, dan membuka jalan baru. Kegagalan hanyalah jeda, bukan penutup cerita. Dengan Tuhan, selalu ada harapan baru. (ZS) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

27 November 2025 Tim Penulis Renungan
KALAHKAN SEKARANG Apa yang TIDAK KITA KALAHKAN hari ini, akan melawan generasi berikutnya. Bilangan 14:18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. Ayat ini mengingatkan kita bahwa dosa dan masalah yang tidak kita selesaikan hari ini bukanlah urusan pribadi semata. Seperti warisan yang tak diinginkan, dampaknya dapat terus berlanjut dan dirasakan oleh anak-cucu kita kelak. Ayat Bilangan 14:18 dengan tegas menyatakan bahwa kesalahan dapat berdampak turun-temurun. Firman Tuhan menjelaskan bahwa meski Allah pengampun dan penyabar, konsekuensi dari sebuah dosa seringkali bersifat sistemik dan menjalar. Sebuah kepahitan yang tidak diampuni, pola pikir korupsi, atau luka batin yang dibiarkan, berpotensi menjadi "warisan" beracun yang melemahkan generasi berikutnya. Mereka akan menghadapi pertempuran yang seharusnya sudah kita menangkan. Mari putuskan rantai warisan dosa dan kegagalan ini mulai dari hidup kita. Bertobatlah dari pola dosa yang mengikat, bereskanlah luka-luka masa lalu dengan pengampunan, dan menanglah atas setiap jerat dosa oleh kuasa Kristus. Ambillah keputusan hari ini untuk mewariskan berkat, bukan kutuk, bagi generasi mendatang. Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah | www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

26 November 2025 Tim Penulis Renungan
PENYEBAB HIDUP TERASA BERAT Kutuk membuat hidup terasa BERAT dan TERHAMBAT. Ibrani 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlombadengan tekundalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Dalam pertandingan lari, hal yang tak kalah penting diperhatikan, selain kecepatan, adalah bagaimana pakaian yang dikenakan oleh pelari. Seorang pelari profesional pasti akan memilih bahan pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat, agar dapat memaksimalkan kecepatan tubuhnya. Hidup kita diibaratkan sebagai suatu pertandingan iman dalam Ibrani 12 : 1-2. Dalam pertandingan, seringkali penyebab kita tidak sampai tujuan bukan karena kita tidak cepat melainkan karena kita masih mengenakan pakaian yang terlalu berat. Pakaian yang berat itu diibaratkan sebagai kutuk karena dosa atau kebiasaan buruk kita. Hari ini, mari kita refleksi diri kita, apakah selama ini kita masih menyimpan dosa yang mengikat hidup kita. Mari kita datang dalam hadirat Tuhan dengan rendah hati dan mengaku dosa kita kepada-Nya. Mintalah kekuatan Roh Kudus agar ikatan dosa itu dipatahkan dari hidup kita. (ES) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah 0899-7895-000

Baca Artikel