BERKAT BESAR BUTUH HATI YANG BENAR

23 December 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Amsal 10:22 Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. Berkat bukanlah ukuran kedewasaan hati seseorang. Banyak orang mengira bahwa ketika seseorang sukses, memiliki jabatan tinggi, atau menerima berkat besar, maka itu otomatis menandakan kedewasaan rohani. Namun kenyataannya, berkat adalah pemberian Tuhan, sedangkan kondisi hati adalah tanggung jawab pribadi. Tuhan bisa mengangkat seseorang setinggi-tingginya, tetapi hanya orang itu sendiri yang dapat menjaga agar hatinya tetap rendah, tulus, dan sejalan dengan kehendak-Nya. Dengan kata lain, Tuhan memberi kenaikan, tetapi manusialah yang menjaga kualitas hati. Salomo adalah contoh nyata seorang yang menerima berkat luar biasa. Ia diberi hikmat yang tak tertandingi, kekayaan yang berlimpah, dan kemuliaan yang membuat bangsa-bangsa datang kepadanya. Namun setelah semua itu diterimanya, hatinya mulai condong kepada para istri asing, dan lambat laun ia terseret kepada penyembahan berhala. Berkat besar tidak menjaga hatinya tetap benar, karena hatilah yang seharusnya menjaga bagaimana seseorang menanggapi berkat. Sebaliknya, kita melihat Daud. Dari seorang gembala kecil menjadi raja besar, ia tetap rendah hati. Dan ketika ia jatuh dalam dosa, ia cepat kembali kepada Tuhan karena hatinya lembut dan mudah dikoreksi. Daud bukan sempurna, tetapi hatinya yang mudah disentuh Tuhan membuat berkat itu tetap terpelihara dalam hidupnya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita: semakin besar berkat, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga hati. Berkat adalah anugerah, tetapi hati yang sehat adalah respons, proses, dan komitmen kita. Tuhan ingin memberkati kita lebih lagi, tetapi Ia juga mencari hati yang dapat Ia percayai. (BS) RENUNGAN: Berkat BESAR tidak MENJAMIN hati yang SEHAT. APLIKASI 1. Berkat apa yang Tuhan percayakan kepada Anda saat ini, baik besar maupun kecil, dan bagaimana kondisi hati Anda dalam menyikapinya? 2. Area mana dalam hidup Anda yang paling mudah membuat hati sombong, lengah, atau menjauh dari Tuhan? 3. Langkah nyata apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga hati tetap rendah, lembut, dan dapat dipercaya Tuhan? DOA UNTUK HARI INI "Tuhan terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Kami mau belajar untuk menjadi orang yang bisa Engkau percayai. Kami tahu hal itu tidak mudah, kami perlu pertolongan dan tuntunan Roh Kudus senantiasa. Agar hati kami melekat kepada Engkau sebagai sumber berkat, dan bukan kepada berkatnya. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin." BACAAN ALKITAB SETAHUN 1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23

Baca Artikel  

BERTAHAN DALAM IMAN, PENGHARAPAN DAN KASIH

21 December 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Mazmur 126:3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pada tanggal 31 Oktober 2003 pagi, seorang gadis 13 tahun bernama Bethany Hamilton pergi berselancar bersama sahabatnya, Alana dan keluarganya. Hari itu seharusnya menjadi hari yang indah. Tak ada yang menyangka bahwa hidup Bethany akan berubah hanya dalam hitungan detik. Ketika ia berbaring di atas papan untuk menunggu gelombang, lengan kirinya tanpa sadar terjulur masuk ke air. Dalam sekejap, seekor hiu muncul dan menggigit lengan itu hingga putus. Rasa ngeri, sakit, dan ketakutan menyerbu. Namun berkat kesigapan sahabat dan keluarga yang bersamanya, pendarahan berhasil dihentikan dan ia segera dibawa ke rumah sakit. Kejadian itu seakan meruntuhkan seluruh hidup Bethany. Tapi ia menolak membiarkan tragedi itu merampas mimpinya. Kurang dari satu bulan kemudian, dengan papan selancar khusus dan tekad yang luar biasa, ia mulai belajar kembali dari nol. Lalu pada 10 Januari 2004, hanya dua bulan setelah insiden itu, Bethany kembali bertanding dalam kompetisi besar. Ia meraih posisi kelima di National Surfing Championship dan bergabung dengan United States National Surfing Team. Tak lama setelah itu, pada Juli 2004, ia dinobatkan sebagai “Best Comeback Athlete” dan masuk daftar 50 peselancar terbaik dunia. Kisah ini mengingatkan kita bahwa hidup bisa memberi kejutan yang mengguncang rasa aman, stabilitas, bahkan harapan. Namun Bethany menunjukkan bahwa luka bukan penutup cerita. Pemazmur pun mengingatkan kita: ketika Tuhan melakukan perkara besar, ada alasan untuk bersukacita. Artinya, Tuhan sanggup menyiapkan comeback yang tidak masuk akal bahkan ketika kita tidak melihat jalannya. Karena itu, tetaplah bertahan. Pegang iman kita, jaga pengharapan dan hidupi kasih setiap hari. Comeback yang dari Tuhan selalu datang pada waktu-Nya.(OSA) RENUNGAN: Ketika iman, pengharapan, dan kasih TETAP BERTAHAN, Tuhan akan memberi comeback yang TIDAK MASUK AKAL. APLIKASI 1. Perkara apa yang sedang Anda hadapi saat ini? 2. Apa respons Anda dalam menghadapi perkara-perkara tersebut? 3. Apa yang terjadi ketika Anda tetap bertahan menghadapi setiap perkara yang ada? DOA UNTUK HARI INI “Bapa, terima kasih atas setiap perkara yang boleh kami hadapi hari-hari ini. Kami percaya, Engkau punya rencana yang terindah untuk setiap kami. Kuatkan dan teguhkan hati kami, ya Bapa. Kami yakin, ketika kami bertahan, Engkau akan memberikan comeback di luar dari apa yang sanggup kami pikirkan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN 1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27

Baca Artikel  

PENGHARAPAN YANG TIDAK DIPENJARAKAN

20 December 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Mazmur 42:12 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Fase kepompong tampak seperti ruang gelap yang mengurung, tetapi justru di sanalah sayap dibentuk dan kekuatan dipersiapkan. Proses itu berlangsung lambat, sunyi, dan tampak tidak menarik bagi mata manusia. Bahkan, jika seseorang mencoba “membantu” ulat keluar lebih cepat, kupu-kupu itu justru akan rusak, karena kekuatan terbangnya memang dibangun melalui tekanan dan desakan di dalam kepompong. Pemazmur dalam Mazmur 42:12 pun mengalami situasi serupa. Ia berada di masa gelap, tekanan batin, dan kelelahan emosional, seperti terperangkap dalam kepompong kehidupan. Namun di tengah semua itu, ia tetap berkata: “Aku akan bersyukur lagi.” Ada iman yang memercayai bahwa hari pemulihan akan datang. Demikian pula dengan hidup kita. Ada masa ketika hati terasa sempit, doa terasa berat, dan situasi tampak seperti penjara yang tidak berujung. Namun justru melalui momen-momen tak nyaman itulah Tuhan membentuk karakter, memperkuat iman, dan mempersiapkan pemulihan yang mengejutkan. Seperti kupu-kupu yang keluar dengan keindahan baru, Tuhan mampu membawa kita keluar dari masa sulit dengan cara yang melampaui akal. Karena itu, sekalipun hari ini terasa gelap, jangan lepaskan pengharapan. Di titik yang paling sempit dan paling sunyi, Tuhan sedang merancang pemulihan yang tidak masuk akal, bahkan sebuah comeback yang akan membuat semua orang terheran-heran. Tetaplah setia, tetap percaya, dan teruslah melangkah membawa satu jiwa bagi Tuhan. Ingatlah, masa kepompong itu hanya sementara; kegelapan itu tidak menetap. Tuhan sedang membentuk sesuatu dalam hidup kita, dan ketika waktunya tiba, kita akan keluar dengan kemuliaan baru dan semua mata akan melihat betapa dahsyatnya Tuhan membangkitkan hidup kita. (LEW) RENUNGAN: Sekalipun SITUASIMU terasa seperti di penjara, jangan lepaskan PENGHARAPANMU. APLIKASI 1. Bagian mana dari hidup Anda yang saat ini terasa seperti “fase kepompong” atau seperti di penjara? 2. Ketika hati sedang lelah, janji Tuhan apa yang ingin Anda pegang dan renungkan kembali? 3. Mengapa Anda harus tetap menaruh pengharapan pada Tuhan Yesus? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau setia mendampingi kami dalam masa-masa gelap. Ajarlah kami untuk tidak melepaskan pengharapan, sebab Engkau sedang membentuk sesuatu yang baru dalam hidup kami. Kuatkan iman kami sampai hari pemulihan-Mu tiba. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN 1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53

Baca Artikel  

IMAN BUKAN MENUNGGU TAPI MELANGKAH

19 December 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Lukas 17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam. Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.” Loren Cunningham, pendiri Youth with a Mission (YWAM), menerima visi tentang gelombang anak muda yang membawa Injil ke seluruh dunia ketika ia masih menjadi seorang mahasiswa. Tanpa menunggu kepastian apa pun, ia memulai dari langkah kecil; satu perjalanan misi sederhana, tanpa dana, tanpa jaminan, hanya berpegang pada firman yang Tuhan taruh dalam hatinya. Ketika ia berani melangkah, pintu demi pintu mulai terbuka. Kini, YWAM hadir di lebih dari 180 negara. Dari sinilah kita melihat bahwa satu langkah iman dapat menyalakan gerakan besar. Prinsip yang sama terlihat dalam kisah sepuluh orang kusta. Yesus hanya berkata, “Pergi, perlihatkanlah dirimu kepada imam.” Tidak ada tanda kesembuhan dan tidak ada jaminan apa pun. Namun mereka memilih taat. Dan di tengah perjalanan, ketika kaki mereka bergerak dalam iman, mujizat itu terjadi. Mereka menjadi tahir. Sering kali kita juga berada pada posisi yang sama. Kita ingin melihat tanda dulu sebelum taat. Kita berharap ada perubahan dalam rumah tangga, kesehatan, studi, pelayanan, atau keuangan sebelum berani melangkah. Namun firman Tuhan mengingatkan: mujizat sering kali tidak terjadi saat kita diam menunggu, tetapi justru ketika kita mulai bergerak. Saat iman melangkah, di sanalah karya Tuhan mulai menyusul. (KK) RENUNGAN: Iman bukan MENUNGGU tanda, tapi MELANGKAH meski belum melihat apa-apa. APLIKASI 1.Langkah apa yang selama ini Anda tunda karena merasa belum melihat tanda apa pun? 2.Apa bentuk ketaatan kecil yang bisa Anda mulai hari ini? Sekecil apa pun langkahnya, buat komitmen untuk mengambilnya. 3.Ketika menghadapi situasi yang belum berubah, bagaimana Anda dapat memilih untuk tetap percaya dan bergerak? Renungkan firman yang bisa Anda pegang dalam proses tersebut. DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, kami bersyukur karena Engkau bekerja di setiap langkah kami. Tolonglah kami untuk tidak menunggu tanda, tetapi berani melangkah dalam iman dan ketaatan. Mampukan kami melihat Engkau membuka jalan di tengah perjalanan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN 1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27

Baca Artikel  

MILIKI TERANG KRISTUS

18 December 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 8:23 Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Zhang Huaiyuan hidup 33 tahun dalam kemiskinan, tanpa pernah tahu bahwa ia sebenarnya anak kandung dari keluarga kaya. Ia diculik saat baru lahir di rumah sakit di Provinsi Zhejiang, lalu dibesarkan dalam kondisi serba kekurangan. Di usia 17 tahun, ia terpaksa berhenti sekolah karena tidak mampu membayar biaya. Selama puluhan tahun ia hidup dalam “kegelapan” tanpa identitas dan tanpa harapan. Namun sebuah tes DNA mengubah segalanya. Investigasi lanjutan mempertemukannya kembali dengan orang tua kandungnya. Pada hari pertama mereka bertemu, Zhang langsung diberikan kartu bank berisi 1,2 juta yuan (sekitar 2,6 miliar rupiah). Ternyata, selama ini ia adalah anak dari keluarga kaya. Dalam sekejap, hidup yang gelap berubah menjadi terang. Bukan karena keberuntungan, melainkan karena kebenaran identitasnya dipulihkan. Kisah ini mengingatkan kita pada perjalanan umat Israel. Setelah serangan Asyur, wilayah Zebulon dan Naftali mengalami masa gelap yang panjang: penindasan, kekacauan moral, dan krisis rohani. Namun melalui Yesaya, Tuhan menegaskan bahwa kegelapan itu tidak akan selamanya. Ada Terang yang besar yang akan terbit dan membalikkan keadaan umat-Nya. Demikian pula dalam hidup kita. Ada masa ketika rumah tangga mengalami goncangan, pekerjaan runtuh, uang menipis, atau hati seolah gelap tanpa arah. Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa kegelapan bukanlah akhir. Tuhan punya waktu-Nya untuk menyingkapkan terang yang mengubah seluruh arah hidup kita. Terang-Nya yang ajaib, yang mampu membuka kembali pintu yang tertutup, memulihkan harapan, dan membawa kita pada hidup yang tidak pernah kita bayangkan. (CG) RENUNGAN: Kegelapan bukanlah akhir; TERANG Kristus akan MENGUBAH seluruh arah hidupmu. APLIKASI 1. Kegelapan apa yang sampai hari ini menutupi hidup Anda? 2. Upaya seperti apa yang sudah Anda lakukan selama ini, untuk lepas dari kegelapan itu? 3. Langkah iman apa yang perlu Anda lakukan untuk tetap berjalan menuju Terang Kristus, meskipun keadaan belum berubah? DOA UNTUK HARI INI "Bapa, kami percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan kami sekalipun kami hidup dalam kegelapan. Hari ini kami bersiap untuk terima penggenapan janji Tuhan terjadi dalam hidup kami. Kami terima Terang-Mu terbit atas rumah tangga kami, pekerjaan kami, pelayanan kami, dan hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin." BACAAN ALKITAB SETAHUN 1 Tawarikh 10-12; Yohanes 6:45-71

Baca Artikel  

DARI KEHANCURAN MENUJU KEMULIAAN

17 December 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yoel 2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Kisah Ian Wright, legenda Arsenal, adalah contoh nyata bagaimana Tuhan memulihkan hidup yang tampak mustahil. Wright tumbuh dalam keluarga penuh kekerasan; ayah kandungnya pergi, sementara ayah tirinya sering menyiksanya. Masa remajanya hampir hancur total, ia sempat mendekam di penjara karena pelanggaran ringan. Masa depan seolah hilang. Namun segalanya berubah ketika ia bertobat dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Dari seorang buruh bangunan, pintu demi pintu dibukakan. Kerendahan hati dan kerja kerasnya dipakai Tuhan untuk membawanya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Premier League. Wright sering bersaksi bahwa tanpa pemulihan Tuhan, ia tidak akan pernah menemukan martabat, tujuan, dan masa depan yang baru. Firman hari ini menegaskan bahwa Tuhan sanggup memulihkan tahun-tahun yang dimakan belalang, tahun yang hilang oleh luka, kekerasan, dosa, atau kegagalan. Pemulihan Tuhan tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih mulia dari sebelumnya. Hidup Ian Wright menunjukkan bahwa masa lalu tidak dapat menghalangi pemulihan Tuhan. Ketika seseorang menyerahkan hidupnya kepada-Nya, Tuhan bukan sekadar menambal kerusakan, tetapi membangun ulang hidup itu dengan tujuan dan arah yang baru. Kita pun mungkin memiliki bagian hidup yang terasa hilang: waktu yang terbuang, kesempatan yang rusak, atau masa lalu yang kelam. Namun Tuhan sanggup memulihkan semuanya. Ia dapat mengembalikan sukacita, martabat, dan masa depan yang seolah lenyap. Yang Ia butuhkan hanya hati yang mau percaya dan berserah. Ketika kita memberi ruang bagi Tuhan bekerja, pemulihan-Nya selalu lebih besar daripada bayangan kita. (AO) RENUNGAN: Apa yang HILANG, Tuhan bisa KEMBALIKAN. Apa yang HANCUR, Tuhan bisa BANGUN lagi. APLIKASI 1. Bagian hidup mana yang terasa “dimakan belalang” dan perlu Anda serahkan kepada Tuhan? 2. Kebiasaan rohani apa yang perlu Anda pulihkan kembali agar hati Anda semakin peka pada pekerjaan Tuhan? 3. Langkah nyata apa yang bisa Anda lakukan untuk memulai kembali hal yang pernah Anda tinggalkan atau menyerah di tengah jalan? DOA UNTUK HARI INI "Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah Sumber Pemulihan. Kami serahkan bagian hidup kami yang hilang dan hancur, dan bangunlah kembali menurut rencana indah-Mu. Jadikanlah hidup kami yang sudah diperbarui menjadi kesaksian untuk kasih dan kuasa-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN 1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-44

Baca Artikel